Mother&Baby Indonesia
Perlukah Balita Diikutkan Les atau Kursus Tambahan?

Perlukah Balita Diikutkan Les atau Kursus Tambahan?

T: Halo Ibu Najelaa, nama saya Cinthya. Sebagai orang tua saya tengah dilanda kebingungan, nih. Pasalnya, di komunitas tempat tinggal saya, hampir semua orang tua mengursuskan balitanya, mulai dari berhitung, membaca, hingga bahasa Inggris. Mereka bilang, agar anak menjadi pintar dan kelak ia meraih sukses. Awalnya sih, saya tidak peduli akan hal itu, tapi lama kelamaan saya merasa, kok anak saya sepertinya jadi tertinggal, ya?

J: Kebingungan dan pertanyaan sebagai orang tua adalah tanda belajar, wajar kita sering merasa ada tekanan lingkungan. Tetapi yang paling penting kita ingat adalah apa tujuan pengasuhan dan pendidikan.

Stimulasi di usia balita memang penting sekali agar anak tumbuh optimal dalam semua aspek perkembangan. Tetapi, caranya bukan dengan menjejalkan anak dengan berbagai kegiatan. Berhitung bisa diperlancar dengan sering memasak dan menyiapkan meja makan, membaca dilatih dengan sering membacakan buku dan membahas isinya di rumah dengan bermain pura-pura (role play), bahasa Inggris dipelajari dengan percakapan dan bacaan yang menyenangkan.



Jadi, bukan soal les atau LKS (lembar kerja siswa) yang akan membuat anak kita pintar atau sukses, tetapi kegemaran belajar, kemampuan dasar juga keterlibatan orang tua dalam berbagai kegiatannya.

Anak dengan modal ini tidak akan tertinggal dalam maraton jangka panjang. Justru seringkali anak yang seolah unggul membaca duluan, misalnya, karena proses belajar yang dipaksakan saat belum siap, akan tidak menyenangi aktivitas membaca atau hanya mahir sampai mengeja dan belum tentu paham apa yang dibaca, belum tentu bisa mengambil kesimpulan dan menuliskan gagasan.



Dijawab oleh Najeela Shihab, Psikolog, Pemerhati, dan Penggiat Pendidikan

(M&B/Nanda Djohan/NA/SW/Dok. Freepik)



Tags: keluarga,   anak,   balita,   anak ikut les,   anak ikut kursus