Mother&Baby Indonesia
Bagaimana Menghadapi Suami yang ‘Anak Mama’?

Bagaimana Menghadapi Suami yang ‘Anak Mama’?

T: Bagaimana menghadapi suami yang ‘anak mama’ alias tidak berani membuat keputusan apa pun tanpa izin mama?

J: Sebagai kepala rumah tangga, memang seorang suami diharapkan dapat menjadi seorang pemimpin yang bisa mengarahkan keluarganya, termasuk dalam mengambil keputusan untuk keluarga. Pengambilan keputusan bisa dibutuhkan dalam kondisi yang berbeda-beda. Apakah harus segera diambil, atau bisa diberi waktu lebih lama? Apakah bisa atau harus melibatkan orang lain, ataukah harus atau bisa diputuskan sendiri? Hal ini tergantung dari tuntutan situasi dan kondisi.

Jika mempermasalahkan perilaku suami yang selalu perlu meminta izin terlebih dahulu kepada ibunya dalam mengambil keputusan, perlu ditelaah lagi, apa yang membuat perilaku tersebut dirasakan mengganggu. Apakah hal itu menyebabkan pengambilan keputusan menjadi lebih lama padahal dibutuhkan segera?



Jika demikian, sampaikan kepada suami, bahwa keputusan harus segera diambil (paparkan alasan lengkapnya), bila perlu beri tenggat waktu. Namun jika memang ada waktu untuk menunggu suami berdiskusi terlebih dahulu dengan ibunya, sepertinya tidak ada yang perlu dipermasalahkan.



Kalau memang hal tersebut membuat suami menjadi lebih yakin dengan keputusannya, bukankah hal itu justru lebih baik? Ikatan yang kuat (dalam batasan normal) antara suami dan ibunya seringkali merupakan pertanda baik. Ingat, ibu mertua bukan saingan yang perlu Anda waspadai, ya.

Dijawab oleh Dessy Ilsanty, M.Psi, Psikolog. (M&B/TW/SW/Dok. Freepik)



Tags: keluarga,   suami istri,   pernikahan










Cover Mei-Juni-Juli 2020