Mother&Baby Indonesia
Apakah Dampak Perlengketan Plasenta pada Ibu dan Bayi?

Apakah Dampak Perlengketan Plasenta pada Ibu dan Bayi?

T: Ketika hamil anak ketiga, saya mengalami perlengketan plasenta. Faktor apa yang bisa menyebabkan terjadinya perlengketan plasenta? Adakah dampaknya bagi ibu atau bayi?

J: Banyak faktor yang dapat menyebabkan plasenta lengket, sehingga tidak bisa keluar saat persalinan. Di antaranya, infeksi ataupun reaksi peradangan di dalam tubuh, kebiasaan merokok atau menghirup asap rokok, kelainan janin seperti hidrops fetalis, jumlah janin lebih dari satu, kelainan bentuk atau penyakit lain pada rahim, air ketuban terlalu banyak (polihidramnion), trauma, komplikasi persalinan, faktor genetika, serta konsumsi obat penguat kandungan.

Perdarahan pasca-persalinan juga dapat menjadi tanda umum plasenta yang lengket dan akhirnya tertinggal di dalam rahim. Sangat penting untuk bisa mendeteksi hal ini dengan cepat, karena jika dibiarkan dapat menyebabkan infeksi yang bergejala demam, muntah, dan sebagainya. Selain itu, plasenta yang lengket ini juga memicu timbulnya kanker.



Riwayat operasi caesar berulang bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya perlengketan plasenta. Jika perlengketannya hebat dan dalam, kemungkinan setelah bayi dilahirkan akan dilanjutkan dengan operasi angkat kandungan akibat plasenta yang tidak bisa terlepas. Untuk bayi sendiri, tidak ada masalah secara langsung akibat kondisi perlengketan plasenta ini.



Dijawab oleh dr. Ardiansjah Dara, Sp.OG, M.Kes., dari MRCCC Siloam Hospital, Semanggi, Jakarta.

(M&B/Vonda Nabilla/ND/SW/Dok. Freepik)



Tags: hamil,   kehamilan,   ibu hamil,   plasenta,   perlengketan plasenta








Related Article