Mother&Baby Indonesia
Bisakah Ibu Hamil Melahirkan Normal meski Mata Minus?

Bisakah Ibu Hamil Melahirkan Normal meski Mata Minus?

Mata adalah indera yang sangat penting dan perlu dirawat dengan benar. Jika mata Anda sudah minus, berarti Anda memerlukan perawatan yang lebih khusus lagi, terutama saat merencanakan kehamilan.

Namun benarkah mata minus menutup kesempatan Anda untuk dapat melalui proses persalinan normal? Temukan jawabannya dalam tanya jawab M&B berikut ini dengan Dr. Donny V. Istiantoro, Sp. M dari Jakarta Eye Center dan Dr. Sofani Munzilla Sp. OG dari Mitra Keluarga Depok.




Bagaimana pengaruh kesehatan retina mata dengan persalinan?

Dr. Donny: Retina adalah lapisan dalam pada bagian belakang mata yang sangat vital keberadaannya bagi kemampuan penglihatan manusia. Akibatnya, tidak sedikit penderita gangguan retina mengalami kehilangan daya lihat, baik secara tiba-tiba maupun perlahan.

Pada calon ibu dengan kondisi mata minus, ada kekhawatiran akan kecenderungan retina yang tipis dan dapat lepas (retinal detachment) pada saat mengejan ketika persalinan. Mata yang tanpa minus, tapi kondisi retinanya tipis atau rapuh juga memiliki risiko yang sama. Oleh sebab itu, penting untuk memeriksakan kesehatan mata Anda jika melakukan persalinan secara normal. Pemeriksaan dini pada dokter spesialis mata ahli retina akan dapat mengetahui ada kerapuhan pada retina Anda atau tidak.


Adakah batasan yang pasti untuk pasien mata minus jika ingin bersalin secara normal?

Dr. Donny: Tidak sepenuhnya benar bahwa ada batasan tertentu untuk pasien mata minus jika ingin bersalin normal. Yang penting sebelum persalinan, keadaan retina perlu dicek terlebih dahulu karena risiko retina rapuh lebih besar pada mata minus tinggi (lebih dari 6). Namun jika pun ditemukan rapuh retina pada minus berapa pun, pasien masih dapat melakukan persalinan normal asalkan kerapuhan retina yang dialaminya itu telah ditangani dengan terapi laser.

Dr. Sofani: Beberapa penelitian di luar negeri bahkan menunjukkan tidak ada efek atau risiko yang berarti dari tingginya minus mata terhadap proses kelahiran normal atau kelainan retina. Ibu hamil dengan kelainan refraksi mata yang ingin bersalin normal perlu berkonsultasi dengn dokter spesialis mata. Dokter mata akan menilai apakah ada gangguan retina atau kelainan lain pada mata ibu hamil saat terjadi peningkatan tekanan bola mata.

Jika dokter mata menilai tidak ada degenerasi retina, maka Anda diperbolehkan untuk bersalin normal. Namun jika dokter mata menilai adanya risiko yang besar untuk terjadinya degenerasi atau pelepasan retina saat mengejan, maka Anda akan dianjurkan untuk bersalin melalui operasi.




Bagaimana dengan mata silinder?

Dr. Donny: Tidak ada kondisi khusus yang perlu diperhatikan oleh ibu hamil dengan mata minus selama kondisi matanya sudah diperiksa oleh dokter spesialis mata ahli retina. Sementara itu, mata silinder tidak memengaruhi risiko persalinan.


Apa perawatan yang perlu dilakukan ibu hamil dengan mata minus?

Dr. Donny: Sebelum persalinan, segera periksakan diri ke dokter spesialis mata, terutama ahli retina untuk memeriksakan ada tidaknya kerapuhan pada retina.


Apa yang perlu diperhatikan pasien saat mengejan dan bagaimana cara mengejan yang baik?

Dr. Sofani: Usahakan untuk tidak mengejan terlalu lama. Mengejanlah dengan memfokuskan tekanan pada daerah dubur seperti saat buang air besar. Berkaitan dengan hal ini, semua ibu hamil, tidak hanya yang bermata minus, juga sebaiknya menjalani proses mengejan dengan cara yang benar. Dengarkan dan perhatikan instruksi dokter dengan tenang sehingga Anda bisa mengikutinya dengan cara yang seharusnya.


Adakah implikasi persalinan normal yang dilakukan ibu yang bermata minus?

Dr. Sofani: Persalinan normal yang dilakukan ibu dengan mata minus tidak menimbulkan implikasi pada bayi. Selain itu, tidak ada efek atau risiko yang berarti yang terjadi pada ibu selama dokter mata tidak menemukan adanya risiko pelepasan retina. (M&B/Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik) 



Tags: hamil,   ibu hamil,   kehamilan,   gangguan hamil,   mata minus,   ibu melahirkan