Mother&Baby Indonesia
Ibu Hamil Cacingan? Ini Cara Mengatasinya

Ibu Hamil Cacingan? Ini Cara Mengatasinya

Cacingan bisa dialami semua orang, termasuk ibu hamil. Tapi jangan buru-buru panik, Moms! Asal mendapatkan penanganan yang tepat, cacingan pada ibu hamil bisa diatasi, kok!

Perlu diketahui, infeksi cacing bisa terjadi karena Anda kurang menjaga kebersihan atau tertular dari orang lain. Ya, cacingan dapat terjadi ketika ibu hamil melakukan kontak dengan bahan yang terkontaminasi telur cacing dan cacing, misalnya saat mengonsumsi air, menginjak tanah tanpa alas kaki, atau tidak sengaja menyentuh kotoran hewan. 

Sementara itu, cacing kremi juga bisa menular melalui sentuhan fisik. Atau bisa juga saat ada tamu yang terinfeksi cacing kremi datang berkunjung ke rumah Anda, lantas telur cacing dapat ditransfer dari anus orang tersebut melalui sprei, karpet, handuk, atau pakaian. 



Mengapa dari anus? Hal itu disebabkan karena cacing kremi betina bertelur di sekitar anus dan vagina. Cacing kremi betina akan melepaskan lendir yang gatal ketika bertelur. Hal itulah yang memicu keinginan untuk menggaruk daerah anus atau vagina. Saat tangan menggaruk bagian tersebut, telur berpindah ke tangan dan setelah itu bisa ditransfer ke benda atau orang lain yang disentuh.


Gejala Cacingan

Terkadang, tak mudah untuk mengetahui ibu hamil terkena cacingan. Namun dilansir situs Parenting Firstcry, setidaknya ada beberapa tanda yang menunjukkan bahwa Moms tengah terjangkit penyakit cacingan, yaitu:

1. Gatal di sekitar anus atau vagina, terutama pada malam hari.

2. Melihat ada cacing (kremi) di dalam kotoran.

3. Sulit tidur akibat rasa gatal atau sakit perut.

4. Mual disertai dengan hilangnya nafsu makan.

5. Penurunan berat badan yang substansial pada seseorang. Hal itu disebabkan karena cacing kremi mengambil semua nutrisi di tubuh.




Mengatasi Cacingan

Apabila Moms mengalami gejala tersebut, sebaiknya Anda langsung berkonsultasi dengan dokter kandungan untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Biasanya, dokter akan memberikan obat cacing seperti praziguantel, niclosamide, dan pyrantel pamoat.

Oh ya Moms, obat cacing kremi seperti mebendazole dan albendazole tidak boleh dikonsumsi selama 13 minggu pertama kehamilan. Sedangkan pyrantel disarankan untuk tidak dikonsumsi selama kehamilan tanpa persetujuan dokter. Jika memerlukan obat-obatan, biasanya dokter hanya memberikannya kepada ibu hamil yang sudah memasuki trimester 2 dan trimester 3.

Jika ibu hamil sedang cacingan, hindari menggaruk anus meskipun terasa gatal. Bumil juga perlu membilas area anus dengan air mengalir guna mengurangi jumlah telur cacing.


Mencegah Lebih Baik

Sebelum terkena cacingan, Moms lebih baik mencegahnya dengan melakukan beberapa langkah berikut ini:

• Rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama sebelum dan setelah menggunakan toilet, sebelum dan sesudah makan, setelah membersihkan rumah dan area yang kotor, serta sesudah memegang hewan peliharaan dan membersihkan kandang hewan.

• Selalu menggunakan alas kaki ketika melakukan aktivitas luar rumah dan mengenakan sarung tangan saat melakukan kegiatan yang bersentuhan langsung dengan tanah dan pasir.

• Memasak daging dan ikan hingga benar-benar matang sebelum mengonsumsinya. Hal yang sama juga berlaku untuk air. 

• Mencuci serta mengupas sayur dan buah sebelum mengonsumsinya.

• Rutin menggunting kuku dan tidak menggigiti kuku. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: hamil,   ibu hamil,   kehamilan,   cacingan,   ibu hamil cacingan








Cover Januari - Februari 2020