Mother&Baby Indonesia
Orang tua Bertengkar Setelah Bayi Lahir? Ini Alasannya

Orang tua Bertengkar Setelah Bayi Lahir? Ini Alasannya

Setelah memiliki anak dalam keluarga kecil Anda, pasti akan ada banyak perubahan yang terjadi. Selain rasa bahagia, Moms dan Dads juga bisa merasa kelelahan atau bahkan kesal. Pengaruhnya tentu karena seluruh waktu dihabiskan untuk mengurus Si Kecil.

Mulai dari menyusui, mengganti popok, mencuci pakaian, dan aktivitas bekerja, semua sudah membuat Anda sangat sibuk, iya kan, Moms? Akhirnya, urusan menikmati waktu berdua, untuk sekadar tidur atau bercinta pun dikesampingkan. Hal-hal ini bisa menyebabkan hubungan Anda dan suami menjadi kurang harmonis dan membuat Anda berdua jadi sering bertengkar. Tetapi, tentu ada cara untuk mengatasi hal-hal keharmonisan pernikahan Anda dengan bijak dan tepat.


Beri Dia Kesempatan

Mungkin Anda sulit untuk menerima kenyataan bahwa suami punya keterampilan yang sama baiknya ketika merawat bayi. Mulai dari memandikan, memberi susu, atau menggantikan pakaian, hasilnya sama baiknya.

Maka, akan lebih baik jika Anda memberinya kesempatan untuk merawat Si Kecil dengan kemampuan tersebut. Ini juga bisa jadi cara pembagian tugas, ketika suami mengurus bayi, Anda bisa membersihkan dan merapikan rumah atau beristirahat sejenak.


Aku Juga Perlu Istirahat

Rumput tetangga memang selalu terlihat lebih hijau ya, Moms. Suami mungkin menganggap tugas Anda lebih mudah, karena hanya tinggal di rumah dan mengurus bayi. Anda pun berpikir bahwa kegiatan suami Anda lebih menyenangkan, karena bisa tetap bekerja dan berinteraksi dengan dunia luar.

Untuk mengatasi masalah ini, ada baiknya Anda berdua bersikap realistis terhadap kebutuhan masing-masing. Lalu, sempatkan waktu untuk bersantai tanpa merasa bersalah bagi masing-masing secara individu. Hal ini akan menunjukkan bahwa Anda atau suami saling memahami satu sama lain, sembari berdua mengurus Si Kecil secara bergantian.


Tidurlah Selagi Bisa

Tidur merupakan kemewahan yang langka bagi ayah dan ibu baru. Sebab, tak hanya harus siaga 24 jam, waktu pun seakan habis untuk mengurus semua kebutuhan Si Kecil. Padahal penelitian juga menyebutkan bahwa kurang tidur menyebabkan tubuh dan pikiran tak dapat berfungsi secara normal. Akhirnya, Anda dan suami jadi kurang prima ketika beraktivitas.

Anda pun disarankan untuk mempersiapkan diri, bahwa setelah bayi lahir waktu tidur akan berkurang. Maka, manfaatkan setiap kesempatan yang ada untuk tidur, misalnya ketika bayi sedang tidur. Jika Anda kebetulan tak menyusui, minta suami untuk bergantian membuatkan susu dan memberikannya kepada Si Kecil di malam hari, sehingga Anda bisa beristirahat sejenak. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: keluarga,   orang tua,   bayi,   pernikahan,   suami istri








Related Article