Mother&Baby Indonesia
Pendapat Dokter Anak Soal Penggunaan Gadget pada Anak

Pendapat Dokter Anak Soal Penggunaan Gadget pada Anak

Di zaman yang serba digital ini, gadget telah banyak memengaruhi anak untuk bermain, bahkan sejak mereka masih kecil. Meskipun jika digunakan dengan bijak dapat memberikan manfaat positif, dampak buruk juga bisa dialami Si Kecil jika perangkat tersebut digunakan secara berlebihan.

Untuk mengetahui lebih jauh mengenai penggunaan gadget pada anak, M&B menanyakan hal ini pada dr. Meta Herdiana Hanindita, Sp.A. Berikut wawancara dengan dr. Meta.




T: Apakah bayi dibolehkan bermain gadget?

J: AAP (American Academy of Pediatrics) merekomendasikan aturan no screen time (termasuk gadget atau televisi) pada anak di bawah 18 bulan. Jadi, sebaiknya memang jangan ya, Moms.


T: Apa akibatnya jika bayi diberikan gadget? Apakah ada efek positifnya?

J: Tidak ada efek positif jika bayi diberikan gadget. Otak bayi dan anak yang berumur di bawah 2 tahun masih belum matang dalam hal mengenali berbagai simbol, menyimpan memori, dan memberikan atensi. Karena itu, bayi sebetulnya belum mempunyai kemampuan belajar dari gadget dibandingkan jika mereka berinteraksi langsung dengan orang tua atau pengasuh. Patut diperhatikan bahwa perkembangan anak di bawah 2 tahun (motorik, bicara, emosi, kognitif) membutuhkan interaksi sosial secara langsung dari orang tua ataupun pengasuh sehari-hari. Jika bayi diperkenalkan pada gadget pada usia ini, interaksi sosialnya akan berkurang, sehingga bisa jadi mereka akan mengalami gangguan perkembangan, termasuk gangguan bicara.


T: Kapan waktu tepat bagi anak untuk menggunakan gadget?

J: Rekomendasi AAP yang baru adalah menghindari penggunaan gadget atau televisi (selain video-chatting) oleh anak di usia <18 bulan. Bagi anak usia 18-24 bulan boleh jika ingin mulai diperkenalkan pada media digital seperti televisi, dengan syarat harus didampingi orang tua saat menonton dan program yang dilihat harus diseleksi. Pendampingan diperlukan agar orang tua bisa menjelaskan pada anak apa yang mereka lihat. Untuk anak usia 2-5 tahun, batasi screen time 1 jam per hari dengan program berkualitas tinggi. Orang tua tetap harus mendampingi untuk menjelaskan.




T: Jika sudah kecanduan gadget, adakah solusinya?

J: Stop gadget sama sekali dan ini harus dilakukan secara fair. Semua orang di rumah pun harus ikut membatasi.


T: Apa pesan untuk para orang tua?

J: Memang cara yang paling mudah membuat anak “diam” agar aktivitas kita tidak terganggu adalah dengan memberikan screen time (entah gadget atau televisi) pada mereka. Tapi, percayalah banyak sekali manfaat untuk bonding maupun perkembangan anak, jika kita lebih sering melakukan interaksi sosial dengan anak dibandingkan jika anak diberi gadget. Hindari memberikan gadget pada bayi.


Pengaruh Gadget pada Otak Anak

Sesuai temuan, perkembangan otak bayi dipengaruhi berbagai faktor. Termasuk pengaruh dari lingkungan. Karena itu, lindungi Si Kecil dari bahaya radiasi ponsel. Matikan atau jauhkan ponsel ketika sedang berada di dekat Si Kecil agar ia terhindar dari gangguan radiasi.

Hindari menyimpan ponsel di kamar bayi demi mencegah kerusakan pada otak maupun gangguan kesehatan. Yuk Moms, sebelum terlambat, lebih baik melakukan pencegahan daripada menyesal. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   bayi,   balita,   gadget,   kesehatan