Mother&Baby Indonesia
Aturan Baru untuk Mencegah Alergi Kacang pada Anak

Aturan Baru untuk Mencegah Alergi Kacang pada Anak

Dari sekian banyak masalah kesehatan, alergi mungkin menjadi masalah yang paling mengkhawatirkan ya, Moms. Bagaimana tidak, alergi sangat mengganggu kesehatan Si Kecil, bisa terjadi seumur hidup, dan jenisnya begitu banyak. Salah satu alergi yang sering terjadi pada anak adalah alergi kacang. Namun berita baiknya, kini American Academy of Pediatrics (AAP) sudah mengeluarkan anjuran baru untuk mencegah alergi kacang pada anak lho, Moms.


Jangan Dihindari

Menurut Hugh Sampson, M.D., direktur Elliot and Roslyn Jaffe Food Alergy Institute, sebelumnya, anak yang berpotensi alergi kacang harus dilarang makan kacang, setidaknya selama 3 tahun pertama. Namun pada 2008, AAP mengatakan bayi tidak perlu dijauhkan dari alergen seperti kacang, susu, dan telur, karena itu tidak akan mencegah mereka dari eksim, masalah kulit, dan alergi makanan.



Pada Maret 2019, anjuran tersebut sudah berubah lagi nih, Moms! Kini AAP justru menganjurkan agar anak-anak yang tinggi risiko alergi kacang untuk diperkenalkan dengan kacang sedini mungkin. Cara ini diharapkan dapat menurunkan risiko alergi pada bayi yang sangat berpotensi alergi kacang.


Awali dengan Selai Kacang

Seperti yang Anda ketahui, kacang utuh sangat berpotensi menyebabkan Si Kecil tersedak. Maka, Drew Bird, M.D., direktut Food Allergy Center, menyarankan untuk memberikan selai kacang pada roti bakar Si Kecil. Selain itu, Anda juga bisa coba memberikan bubuk kacang ke dalam puree sebagai MPASI.



“Selai kacang lengket! Apakah anak di bawah 1 tahun bisa memakannya?” Jika itu pertanyaan Anda, maka dr. Bird menyarankan untuk memberikan dua sendok teh selai kacang yang dicampurkan dengan dua sendok teh air hangat. Berikan itu untuk bayi yang baru mencoba makan MPASI.


Pantau Reaksi Alergi

AAP merekomendasikan untuk terus memberikan makanan yang mengandung kacang. “Makanan yang sering diberikan pada anak akan lebih jarang menyebabkan masalah di kemudian hari,” jelas dr. Bird. Ia juga menekankan bahwa anak yang didiagnosis alergi kacang sebaiknya selalu dipantau, apakah ia menunjukkan reaksi alergi setiap kali mengonsumsi makanan yang mengandung kacang.

Jika Si Kecil menunjukkan reaksi alergi, umumnya gejala yang tampak adalah bibir bengkak, batuk, muntah, atau ruam yang tampak seperti gigitan nyamuk di sekitar mulut atau bagian tubuh lainnya. Beberapa reaksi ini biasanya timbul seketika setelah mengonsumsi alergen, dalam hal ini kacang. Segera hubungi dokter jika reaksi alergi ini muncul atau bahkan bertambah parah ya, Moms. (Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: alergi,   alergen,   kacang,   anak,   balita