Mother&Baby Indonesia
4 Jenis Terapi untuk Anak ADHD

4 Jenis Terapi untuk Anak ADHD

Ada beberapa jenis terapi yang tersedia untuk anak ADHD. Pada dasarnya terapi-terapi ini dilakukan untuk membantu mereka mengontrol perilaku dan memusatkan konsentrasinya pada suatu hal. Untuk hasil yang lebih baik, terapi pada anak ADHD sebaiknya bersifat holistik dan melibatkan banyak pihak, yaitu orang tua, guru, dan lingkungan. Simak beberapa jenis terapi di bawah ini, Moms.


1. Terapi Perilaku

Terapi ini mengajarkan pada anak ADHD bagaimana cara berinteraksi secara sosial. Terapi ini mengajarkan anak untuk mengurangi perilaku negatif, seperti agresif, emosi labil, menyakiti diri sendiri, merusak benda-benda, dan berbagai perilaku lainnya.



Pendekatan ini merupakan pola penanganan yang paling efektif untuk mengubah emosi negatif anak ADHD yang mudah frustrasi, marah, dan berkecil hati menjadi suatu perasaan yang penuh percaya diri.


2. Terapi Wicara

Diana Sringenana, terapis wicara dari RS Borromeus, Bandung, mengatakan bahwa terapi wicara bertujuan untuk mengembangkan kemampuan komunikasi anak ADHD. Anak pun diajarkan untuk mendengar, karena ini dari komunikasi adalah percakapan dua arah. Keuntungan dari tetapi ini tentunya membantu anak memahami instruksi serta mampu menyatakan idenya melalui bahasa verbal.




3. Terapi Okupasi

Dalam terapi ini dilakukan berbagai kegiatan yang menstimulasi kemampuan motorik dan sensorik seorang anak ADHD. Biasanya terapi ini berupa kegiatan-kegiatan fisik, seperti bermain bola, membuat kerajinan tangan, dan olahraga.

K. Vijaya, educational director D’Knot, menyebutkan bahwa terapi okupasi tepat untuk anak ADHD karena membantunya berkonsentrasi pada suatu hal dalam membantu melampiaskan sikap hiperaktif ke dalam suatu kegiatan lain yang berguna. Saat ini mulai bermunculan berbagai jenis tetapi okupasi yang menggunakan media yang lebih spesifik, seperti Lego, permainan komputer, bahkan binatang.


4. Terapi Nutrisi & Diet

Bahan makanan tertentu dipercaya mampu merangsang anak ADHD untuk lebih hiperaktif. Oleh karena itu, untuk beberapa jenis ADHD, dibutuhkan terapi nutrisi. Danny Tania, program manager dan acting principal di Linguistic Council, Jakarta, menyebutkan beberapa contohnya adalah, keseimbangan diet karbohidrat, penanganan gangguan pencernaan, penanganan alergi makanan atau reaksi simpang makanan lainnya.

Anak ADHD tidak perlu mendapat pengobatan medis dengan obat kimiawi. Pengobatan semacam itu baru akan diberikan jika anak sangat hiperaktif, mengalami gangguan konsentrasi dengan tingkatan sangat parah, bahkan bertindak menyakiti diri sendiri atau orang-orang di sekitarnya. (M&B/Tiffany/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   adhd,   anak adhd,   terapi adhd