Mother&Baby Indonesia
7 Hal yang Bisa Orang Tua Teladani dari Anak-anak

7 Hal yang Bisa Orang Tua Teladani dari Anak-anak

“Ah, ingin rasanya kembali menjadi anak-anak lagi.” Mungkin, kalimat itu pernah Moms ucapkan pada diri sendiri, ketika melihat Si Kecil bertingkah begitu menggemaskan. Kepolosan dan keceriaannya, sering membuat iri, tersentuh, atau bahkan bahagia.

Namun tidak jarang, mereka membuat Moms kesal, terutama ketika sedang rewel. Sebenarnya tanpa Anda sadari, di balik semua tingkah lakunya yang polos, ceria dan menjengkelkan, tersirat nilai-nilai tentang kehidupan yang seolah memudar ketika telah menjadi dewasa. Berikut di antaranya:




Bergerak Aktif

Anak-anak seperti memiliki energi yang melimpah. Ketika bermain misalnya, mereka seperti menyimpan energi cadangan sehingga tidak mudah lelah. Bergerak aktif menjadi hal mengasyikkan bagi mereka. Maka, hentikan aktivitas Anda sejenak dan ajak Si Kecil bermain. Moms bisa ikut bermain bola atau permainan lain yang membutuhkan gerak fisik dan mengeluarkan keringat, lho!


Banyak Tertawa

Coba amati, berapa kali Si Kecil tertawa setiap hari? Faktanya, anak bisa tertawa hingga 300 kali dalam sehari! Sedangkan orang dewasa mungkin tertawa hanya 5 sampai 6 kali sehari. Hal ini menimbulkan cap bahwa orang dewasa pelit tertawa, bahkan yang ditertawakan seringnya adalah kesialan orang lain. Untuk itu, sering-seringlah bermain dengan Si Kecil. Coba untuk menggelitik mereka. Ekspresi tertawa Si Kecil pasti langsung menular kepada Anda.


Berteriak

Berteriak adalah salah satu hal yang sulit dilakukan oleh orang dewasa, tetapi tidak bagi anak-anak. Di usia 1-3 tahun, Si Kecil memang sangat suka berteriak. Mungkin Anda tidak nyaman dengan hal tersebut, namun berteriak menjadi salah satu bentuk komunikasi dan ekspresi Si Kecil.

Jadi, berteriak boleh kok, dilakukan sesekali, terlebih untuk hal yang positif. Misalnya, untuk mengeluarkan segala beban yang ada. Selain membuat perasaan lebih kuat, berteriak juga akan meredakan stres dan mengobarkan semangat Anda.




Menangis

Menumpahkan emosi lewat tangisan adalah sesuatu yang wajar dilakukan anak-anak. Namun bagi orang dewasa, menangis adalah kelemahan, mereka cukup gengsi untuk menitikkan air mata meskipun menghadapi sesuatu yang menyedihkan.

Padahal, menangis adalah hal yang sangat manusiawi dan memberikan banyak manfaat untuk kesehatan fisik dan jiwa. Menangis dapat menjaga mata dan jantung tetap sehat. Tubuh juga akan mengeluarkan hormon endorfin untuk mengurangi rasa sakit dan membuat Anda lebih rileks.


Rasa Ingin Tahu yang Besar

Saat kemampuan bicara Si Kecil semakin baik, ia akan banyak bertanya mengenai hal-hal yang ia temui. Bahkan, pertanyaannya akan sangat detail sehingga membuat Anda kesal. Namun, ini hal yang baik karena mereka selalu mencoba untuk mengetahui berbagai macam hal. Bangkitkan kembali gairah membaca Anda terutama untuk hal-hal yang perlu diketahui Si Kecil. Jadi, ketika Si Kecil bertanya tentang macam-macam, Moms pun bisa menjawabnya dengan tepat.


Berbagi

Ketika bersama dengan teman-temannya, Si Kecil tak segan memberikan mainan miliknya kepada temannya. Bahkan, tidak sedikit anak-anak yang mau membagi harta yang ia punya untuk membantu orang-orang yang membutuhkan. Sifat ini dapat kian tumbuh dengan melatih mereka memberikan mainan dan baju yang sudah tidak dipakai kepada orang lain. Berbagi itu indah, bukan?


Kreatif

Anak-anak suka sekali menggambar, mewarnai, atau membuat kerajinan tangan. Dibandingkan mereka, sedikit sekali orang dewasa (kecuali seniman) yang masih meluangkan waktu untuk menggambar ataupun membuat kerajinan tangan. Tak lain karena aktivitas tersebut dianggap buang-buang waktu saja. Maka, saatnya melatih tangan Anda untuk menggambar lagi. Lakukan kegiatan ini bersama Si Kecil untuk menambah bonding dengannya. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: balita,   anak,   sifat anak,   sifat balita