Mother&Baby Indonesia
Anak Suka Menguping dan Bergosip? Ini Solusinya, Moms

Anak Suka Menguping dan Bergosip? Ini Solusinya, Moms

Bergosip? Kebiasaan semacam ini ternyata bukan hanya dilakukan orang dewasa lho, Moms. Si Kecil terkadang juga bisa menguping pembicaraan orang lantas menyebarkannya ke orang lain, alias bergosip atau bergunjing.

Awalnya, menguping mungkin dilakukan secara tidak sengaja. Akan tetapi bukan tak mungkin lama-kelamaan Si Kecil menjadi terbiasa untuk mendengarkan omongan orang lain, khususnya orang dewasa. Masalah pun kian bertambah ketika anak ‘menggunjingkan’ omongan tersebut kepada orang lain.




Si Suka Menguping

Sebelumnya, Moms perlu tahu bahwa menguping sesungguhnya hal yang wajar dalam tumbuh kembang Si Kecil. Dr. Robert Lagrou, D.O, psikiater anak dan kepala layanan dari Henry Ford Health System Kingswood Hospital di Michigan, Amerika Serikat, menjelaskan bahwa menguping adalah bagian normal dari perkembangan anak, terutama mereka yang berusia 5-10 tahun. Pasalnya, secara alami anak-anak memang memiliki rasa ingin tahu yang besar.

Sementara itu, lingkungan bergerak Si Kecil pun cenderung masih sangat terbatas. Kondisi ini membuat anak-anak cenderung untuk menyerap informasi dari apa yang mereka dengar dari orang dewasa di sekitarnya.

“Anak akan berusaha untuk mendapatkan pemahaman atau informasi lebih banyak dari ayah, ibu, pengasuh, atau siapa saja yang dianggapnya lebih bisa memahami dunia,” jelas Donald Deering, Ph.D., spesialis modifikasi perilaku di Rumah Sakit St. Joseph Mercy Oakland, Amerika Serikat. Saat Si Kecil mulai menguping, Moms bisa melakukan beberapa hal berikut ini:

1. Sumber Informasi Utama

“Saya penggemar transparansi,” kata Deering. Jika Anda menghindari pertanyaan anak tentang segala hal yang didengarnya, bisa jadi ia akan berusaha mencari jawaban dari tempat lain. Moms tentu tak ingin hal semacam itu terjadi, karena ada kemungkinan Si Kecil mendapatkan jawaban yang kurang tepat.

Guna menghindarinya, Anda harus menjadi sumber informasi utama dalam segala hal bagi anak. Orang tua yang bersikap terbuka akan memberikan pemahaman lebih baik tentang segala hal yang tengah terjadi di sekitar anak. 

2. Memanfaatkan dengan Tepat

Saat Si Kecil menguping, Moms bisa lho memanfaatkannya untuk menyampaikan secara tidak langsung hal-hal yang Anda ingin diketahui Si Kecil. Misalnya dengan mengatakan kepada suami, “Sepertinya adik belum siap untuk memelihara kucing karena ia masih sering lupa dengan tugas-tugasnya di rumah.” Anda bisa mengatakan hal ini ketika Si Kecil tengah bermain di dekat Anda. Dengan begitu, Anda juga bisa mengingatkannya untuk lebih bertanggung jawab atas tugas-tugasnya di rumah.

3. Berusahalah untuk Mengerti

Jangan panik ketika Si Kecil bertanya tentang sesuatu yang ia dengar dari ‘hasil’ menguping meski menurut Anda hal tersebut seharusnya tidak didengar atau ditanyakan oleh anak seusianya. Bersikaplah tenang, lalu tanyakan pada anak apa yang ia pikir ia dengar. 



Misalnya, Si Kecil berjalan melewati ruang tamu ketika Anda sedang menonton berita pembunuhan atau kasus korupsi. Reaksi pertama Anda mungkin buru-buru meraih remote control guna memindahkan saluran televisi, tapi anak terlanjur mendengar dan mengajukan pertanyaan.

“Dengarkan pendapat anak, bahkan jika apa yang mereka katakan sepertinya tidak relevan,” ujar Deering. “Tanyakan kepada anak Anda apa yang ia ketahui tentang korupsi, misalnya. Jika jawabannya adalah ‘Korupsi itu jelek dan tidak boleh dilakukan’, Anda jelas bisa menyaringnya,” lanjut Deering. Dengan kata lain, Anda tak perlu menggali terlalu banyak lagi tentang topik ini.

Namun jika anak mengatakan “Orang yang korupsi itu banyak, ayah temanku ada yang korupsi”, Anda jelas perlu memberikan respons yang lebih sensitif dan penuh pertimbangan.

4. Tegas dengan Batasan

Punya topik yang Anda rasa terlalu tabu untuk telinga anak? Jangan ragu untuk mengatakan kepada Si Kecil bahwa belum saatnya ia mengetahui hal itu. Moms bisa mengatakan, “Ayah dan ibu tak mau kamu menjadi ketakutan atau gelisah,” saran Lagrou. Anda juga bisa menjelaskan kepada anak bahwa memang ada beberapa hal yang lebih baik tidak diketahuinya. Bagaimana pun juga, Si Kecil perlu memahami konsep privasi.

Namun jangan beri alasan, “Pokoknya kamu tidak boleh tahu!”, atau “Ini bukan urusan kamu?”. Kalimat-kalimat semacam itu tidak akan membantu, Moms.


Si Gemar Bergunjing

Moms, harus menaruh perhatian khusus ketika setelah menguping, anak justru menyebarkannya atau bergunjing mengenai hal yang didengarnya kepada orang lain. Khususnya jika ia menyebarkan aib atau hal buruk tentang seseorang ke temannya atau orang dewasa lainnya. Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah memberitahu bahwa bergunjing atau bergosip bukanlah hal yang pantas dilakukan.

Ajak Si Kecil untuk berempati dengan kondisi orang lain. Beri informasi kepadanya bahwa tak baik untuk bersikap menduga-duga karena tak ada yang tahu mengapa orang yang diperbincangkan bersikap seperti itu.

Lantas, ajak anak mengenali pembicaraan negatif. Ingatkan ia untuk tidak bergunjing tentang orang lain karena sikapnya itu bisa menyakiti perasaan orang yang dibicarakan. Lalu minta anak membayangkan bagaimana perasaannya jika menjadi orang yang dipergunjingkan.

Moms juga perlu menyampaikan kepada anak bahasan apa saja yang sensitif dan tak perlu diumbar ke orang lain, seperti teman dihukum atau masalah keluarga. Last but not least, ajak Si Kecil melakukan hal lain yang lebih positif ketimbang bergosip. Moms juga bisa membantu anak memilih topik pembicaraan yang bagus untuk dibahas bersama teman sebayanya. (Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   anak suka menguping,   anak suka bergosip








Related Article