Mother&Baby Indonesia
Moms Perlu Tahu, Ini Efek Menggelitiki Bayi

Moms Perlu Tahu, Ini Efek Menggelitiki Bayi

Moms, salah satu momen paling menyenangkan bagi seorang ibu adalah melihat Si Kecil tertawa. Suara bayi tertawa memang begitu menggemaskan sehingga Anda seakan tak ingin berhenti menggodanya.

Banyak hal yang dapat dilakukan untuk membuat Si Kecil tertawa, salah satunya adalah dengan menggelitikinya. Namun apakah ia benar-benar menikmati saat Anda menciptakan sensasi geli di tubuhnya?

Moms perlu tahu, tertawa akan merangsang otak menghasilkan hormon-hormon yang memberikan rasa bahagia. Hormon ini juga bisa mengurangi stres dan memberikan efek perasaan diterima dan dicintai. Kebanyakan ibu, mungkin termasuk Anda juga, merangsang Si Kecil agar tertawa dengan menggelitikinya. Bagi Moms, mendengar tawa gembira Si Kecil juga bisa membuat Anda bahagia.



Tubuh bayi, seperti juga tubuh Anda, memiliki beberapa bagian yang sensitif terhadap rangsangan gelitikan. Bagian yang sensitif itu biasanya di ketiak, perut, telapak kaki, atau leher. Rasa geli bisa timbul di bagian tubuh yang memiliki konsentrasi Meissner’s corpuscles atau ujung saraf yang lebih tinggi. Saraf ini memengaruhi kerja otak sehingga tubuh merespons gelitikan dengan rasa geli.

Menggelitiki juga mengajarkan bayi untuk mengetahui batas pertahanan fisiknya. Jika fisiknya tahan, Si Kecil akan tertawa senang. Akan tetapi jika tak lagi tahan, ia bakal mulai menangis atau marah.

Menggelitiki pun bisa melatih kepekaan kulit bayi terhadap rangsangan sentuh (taktil). Si Kecil perlu diajarkan sedini mungkin untuk memperhatikan sinyal dari tubuhnya dan berupaya menjauhkan diri dari kondisi yang membuat fisiknya tak nyaman. Ia akan tahu sampai mana batas kemampuan dirinya untuk menahan rasa tidak nyaman.

Lewat kegiatan menggelitiki, Si Kecil juga akan mengetahui bahwa ia tidak akan disakiti. Tentunya, menggelitiki bayi dalam batas wajar akan meningkatkan bonding dengan Anda.


Variasi Lebih Baik

Moms, juga bisa lho, membuat variasi gerakan saat menggelitiki Si Kecil. Psikolog Anak Klinis dan pendiri Better Parenting Institute, Vicki Panaccione, memberikan contoh kegiatan yang dapat memancing tawa Si Kecil, seperti membuat mimik wajah yang lucu sembari tangan atau hidung Anda menggelitiki Si Kecil. Dengan kombinasi gerakan itu, Si Kecil akan memberikan respons yang lebih variatif. Ia mungkin tak hanya akan tertawa, tapi juga berteriak atau memukul Anda. Aktivitas kreatif seperti ini juga bisa membuat Si Kecil belajar untuk mengenal berbagai mimik wajah.

Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan membuat gerakan zerberted, yaitu menggelitiki kulit dengan melakukan kontak antara mulut Anda dengan kulit tubuh Si Kecil. Caranya, dengan meniup bagian tubuh bayi sampai mengeluarkan suara (seperti saat Anda bersiul). Angin yang dikeluarkan oleh mulut Anda akan menciptakan sensasi geli pada kulit bayi.

Sementara itu, suara dari mulut Anda juga akan mendorong Si Kecil untuk mencari tahu sumber bunyi tersebut. Ekspresi-ekspresi inilah yang dikatakan Vicki sebagai sesuatu yang lebih menyehatkan bagi fisik dan jiwa Si Kecil daripada hanya sekadar tertawa.




Bahaya Terlalu Banyak

Sesuatu yang berlebihan tidak baik. Begitu pula saat menggelitik Si Kecil. Gelitikan berlebihan justru akan membuat buah hati Anda merasa tidak nyaman.

“Tertawa saat digelitiki bisa jadi hanya merupakan cara untuk mengatasi ketidaknyamanan fisiknya karena terlalu sering digelitiki,” ungkap Vicki.

Ketika tubuh Si Kecil sudah menetapkan batas kemampuannya dalam menerima rangsangan, Moms harus bisa memahaminya. Dengan demikian, Si Kecil terlatih untuk membuat keputusan tentang apa yang terjadi dan apa yang orang lain lakukan pada tubuh mereka. Untuk itu, menggelitik harus segera dihentikan saat Si Kecil sudah merasa cukup.

Menggelitik terlalu lama akan membuat anak merasa tidak berdaya dan tidak percaya lagi pada Anda. Ia akan merasa Anda adalah ancaman yang membuatnya tidak nyaman. 

Perhatikan ekspresi Si Kecil sehingga Anda bisa tahu kapan harus berhenti. Dengarkan nada tawa Si Kecil. Tawa lelah dan bosan, suaranya akan berbeda dengan tawa senang. Jika buah hati Anda mulai marah, berteriak, atau menangi, itu pertanda Anda sudah terlalu banyak menggelitikinya. 

“Lihat saja reaksi bayi Anda. Bila ia mulai memegang tangan Anda dan berupaya menarik dari tubuhnya, serta sudah lelah untuk tertawa, bahkan meringis, berarti Anda harus berhenti,” kata Vicki.

Untuk mengembalikan kepercayaan Si Kecil setelah Anda gelitiki, peluk dan cium anak Anda. Usap lembut Si Kecil agar ia tahu bahwa Anda mencintainya dan tidak menjadi ancaman untuknya. Selamat tertawa riang! (M&B/Wieta Rachmatia/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   menggelitiki bayi,   kulit bayi