Home - Kehamilan & Persalinan - Persalinan / 10 Januari 2019 / Redaksi

Membuat Rencana Persalinan untuk Memudahkan Tim Medis

Birth plan atau rencana persalinan adalah sebuah rencana yang mengomunikasikan keinginan dan target Anda sebelum, selama, dan setelah persalinan. Di dalamnya, Moms dapat menuliskan skenario melahirkan terbaik yang diinginkan. Selain preferensi, jenis persalinan yang praktis dan sesuai, tim medis, maupun rumah sakit yang mengakomodasi kebutuhan Moms juga dapat dituliskan.


Pentingnya Rencana Persalinan

Membuat rencana persalinan tidak hanya akan membuat pengalaman melahirkan menjadi lebih baik, tapi juga mencegah harapan yang tidak realistis, serta meminimalkan kekecewaan. Rencana persalinan yang Anda buat juga dapat menghilangkan konflik serta salah komunikasi antara Moms dengan tim yang membantu persalinan. Rencana ini akan menjadi catatan saat berdialog dengan mereka.

Meskipun demikian, rencana tak selalu berjalan dengan mulus. Misalnya, Moms dan tim medis sudah merencanakan kelahiran normal, namun ternyata Anda harus menjalani operasi caesar karena kondisi tertentu. Karenanya, hal penting yang perlu dimiliki dari rencana persalinan adalah fleksibilitas. Agar rencana persalinan yang akan dibuat lebih realistis dan praktis, berikut ini hal-hal yang perlu Moms lakukan dalam menyusunnya:

• Sebelum menuliskan rencana melahirkan, ada baiknya Moms membaca kisah persalinan mulai dari melahirkan di rumah, air, hingga operasi caesar. Demikian saran yang diberikan oleh Sheena Byrom OBE, konsultan bidan, pimpinan dari Midwifery Unit Network dan penulis Catching Babies. Dari cerita tersebut, Moms bisa menemukan jenis persalinan yang diinginkan, yang bahkan tidak dipertimbangkan sebelumnya.

• Lakukan sejumlah riset dan buat beberapa keputusan dasar. Misalnya, dokter atau bidan perlu tahu pendirian Anda tentang pereda nyeri. Begitu juga perasaan Anda terhadap denyut jantung bayi yang terus menerus di monitor dan pendapat atas intervensi medis bila proses persalinannya lambat. Kemudian, tuangkan pikiran dan ide-ide yang ada ke dalam rencana yang lebih detail.

• Pikirkan keinginan Anda. Kemudian, terkait proses pengambilan keputusan, kenali diri apakah Anda termasuk yang memegang kendali atau merasa lebih tenang bila kendali diambil alih oleh orang lain. Jika Moms tergolong yang memegang kendali, pastikan membuat catatan bahwa setiap keputusan yang ada, benar-benar dijelaskan dan didiskusikan dengan Anda. Kalau Moms termasuk tipe kedua, minta agar tim medis menjelaskan kepada suami sehingga ia bisa menyampaikannya kemudian kepada Anda.

• Buat catatan singkat tentang hal-hal yang paling diinginkan dan yang ingin dihindari. Akan lebih baik bila pasangan ikut serta dalam pembuatan rencana ini. Ketika Moms menuliskan prioritas, mereka akan memahami harapan dan perhatian Anda. Bila hal yang dituliskan tidak berjalan sesuai rencana, mereka bisa membantu dalam pengambilan keputusan.

• Tuliskan skenario lain. Sebagai contoh, bila rencana awal adalah melahirkan dengan cara water birth, tetapi berakhir dengan caesar, apa yang menjadi prioritas Anda dalam situasi tersebut? Dengan memikirkan skenario lain, Anda bisa menegaskan keinginan yang diharapkan dan tetap memegang kendali atas apa pun yang terjadi. Ini yang membuat perbedaan antara persalinan yang baik dan hebat. Persalinan positif tidak bergantung pada segala sesuatu yang berjalan sesuai rencana, melainkan pada perasaan yang Moms alami terhadap proses persalinan yang diinginkan. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)

share to BBM


RELATED ARTICLE

Cara Melakukan Inisiasi Menyusui Dini Pasca Caesar

10 Tanda Moms Akan Melahirkan dalam Waktu Dekat

Tips Melakukan Persalinan Darurat



OTHER ARTICLES

Tips Mengatasi Balita yang Suka Menggigit

Hipertiroid saat Hamil, Apa yang Harus Dilakukan?

6 Tips Melakukan Perencanaan Keuangan Sampai Melahirkan

3 Kebiasan Bayi saat Tidur yang Wajib Diwaspadai

Mengenal Sindrom Pipi Merah pada Anak, Apa Itu?