Mother&Baby Indonesia
Tertarik Belajar Seni Kuliner? Tentu Bisa, Moms!

Tertarik Belajar Seni Kuliner? Tentu Bisa, Moms!

Zaman kini, urusan makan tidak lagi sekadar aktivitas naluriah manusia untuk mempertahankan kelangsungan hidup. Makan kini telah menjelma sebagai sebuah gaya hidup, sebuah penanda harkat, identitas, dan prestise.

Kuliner sendiri telah bertransformasi menjadi sebuah seni dan mereka yang menguasai seni tersebut memiliki posisi terpandang dalam masyarakat. Dapur tidak lagi menjadi tempat kotor yang tersembunyi. Sejumlah restoran kini bahkan menerapkan konsep open kitchen, yang memungkinkan para pengunjung melihat proses pembuatan makanan pesanan mereka.

Menjamurnya restoran dan kafe, termasuk coffee shop, adalah usaha menjawab sebuah gaya hidup baru kaum urban. Makan di luar alias jajan, tumbuhnya wisata kuliner, bahkan ngopi di luar rumah membutuhkan semakin banyak tenaga profesional berkualitas unggul sebagai tulang punggung industri kuliner sebagai konsekuensinya.



Sumber daya manusia yang unggul adalah kunci esensial bagi industri boga dan dunia kuliner. Kualifikasi para tenaga di balik layar yang dipekerjakan oleh para pengusaha kuliner akan menentukan keberlangsungan usaha mereka. Siapa yang unggul, dialah yang akan bertahan. Tak tersangkal lagi bahwa konsumen, di lain pihak, kini semakin cerdas, kritis dan memiliki cita rasa yang kian peka dan canggih. Tuntutan mereka pun dengan sendirinya bertambah tinggi.

Dalam konteks itu semua, APCA hadir untuk menjawab tantangan tersebut. "This is a place where passion meets possibilities". Academy of Pastry and Culinary Arts (APCA) Indonesia berdiri pada 14 Januari 2019, atas inisiatif Executive Pastry Chef Louis Tanuhadi, Executive Pastry Chef Niklesh Sharma beserta dua orang investor lainnya. Pendirian APCA didasari oleh visi/misi untuk meningkatkan profesionalisme, keterampilan dan kualitas chef Indonesia secara umum di ajang kuliner internasional.




Untuk mewujudkan tujuan tersebut, APCA menggandeng MOF Patissier Chef Jean Fran├žois Arnaud dari JFA Consultancy (jfaconsultancy.com) sebagai konsultan dan salah satu pengajar. Jajaran pengajar APCA sendiri secara keseluruhan berjumlah 26 instruktur yang terdiri atas para chef profesional. Di luar itu, APCA memiliki 27 instruktur tamu. Dari 27 instruktur tamu tersebut, terdapat sembilan chef yang menyandang gelar Meilleurs Ouvriers de France (MOF). Di antara jajaran pengajar tadi, tercantum nama Master Chocolatier Christophe Morel, Master Baker, Master Pastry Chef, World Pastry Champion, Molecular Cuisine Chef bahkan Vegan Cuisine Chef. Komposisi tenaga pengajar kelas dunia tersebut merupakan sebuah komitmen yang diambil oleh APCA sebagai sebuah institusi pendidikan kuliner berkelas internasional.

APCA menawarkan program bersertifikat yang terdiri atas Pastry & Bakery Arts Program dan Program In-Culinary Arts Program. Program-program tersebut akan dibagi menjadi tiga tingkatan kemahiran, yaitu Basic Certificate Program (12 minggu), Diploma Program (24 minggu) serta Advanced Diploma Program (36 minggu). Selain kualitas dan reputasi para instruktur yang berkelas dunia, keunggulan program ajar APCA terletak pada pemilihan fokus materi ajar berupa praktik. Pembekalan teori sebatas sepuluh persen dari materi ajar secara keseluruhan.


APCA Indonesia juga menyediakan program kursus paruh waktu (Part-time Program) berdurasi tiga bulan, dengan mempertimbangkan kondisi dan perkembangan industri kreatif di bidang jasa boga saat ini yang kian pesat. Dengan demikian, tidak sebatas para lulusan SMA atau SMK yang akan dapat menjadikan APCA untuk merintis karier profesional di bidang industri kuliner sebagai chef, namun juga mereka yang berniat membuka usaha sendiri di bidang kuliner. Nah, tertarik untuk belajar, Moms? Yuk, segera daftarkan diri Anda di sini. (M&B/SW/Dok. M&B)



Tags: makanan,   kuliner,   seni,   academy of pastry and culinary arts,   apca








Cover Maret 2020