Mother&Baby Indonesia
Fakta Mengenai Tali Pusat yang Moms Perlu Tahu

Fakta Mengenai Tali Pusat yang Moms Perlu Tahu

Moms, tentu Anda sudah mengetahui bahwa tali pusat berfungsi untuk mengalirkan makanan dan oksigen ke bayi ketika masih di kandungan. Tak heran bila tali pusat ini dianggap penting bagi kelangsungan hidup bayi. Lebih dari itu, ternyata banyak fakta menarik lainnya seputar tali pusat. Untuk mengetahuinya, berikut ini fakta-faktanya, Moms.

 

Fakta Tali Pusat

1. Tali pusat merupakan bagian fisiologis dan genetis bayi Anda. Hanya beberapa minggu setelah telur dan sperma bertemu, tali pusat bayi terbentuk sebagai penghubung antara plasenta dan embrio. Biasanya tali pusat akan terbentuk saat usia kandungan menginjak 7 minggu. Tali pusat awalnya berbentuk kecil, namun ia akan tumbuh seiring pertumbuhan bayi, di saat Anda dan Si Kecil berbagi darah, vitamin, nutrisi, dan energi, sehingga bayi Anda tumbuh sempurna dari kepala hingga ke jari kakinya. Seperti plasenta, tali pusat sangat penting untuk keberhasilan kehamilan dan kesehatan bayi.



2. Bila dilihat, tali pusat memiliki tekstur yang kenyal ya, Moms. Meski kenyal, namun tali pusat juga bertekstur keras. Tali pusat terdiri dari dua arteri dan vena yang terbungkus tebal oleh zat seperti gelatin yang disebut Wharton's jelly. Nah, jeli yang bertekstur keras dan kenyal ini dapat melindungi pembuluh darah yang terhambat bila tali pusat terlilit atau membentuk simpul. Untuk memotong tali pusat ini ternyata tidak mudah Moms. Melansir laman Wichitadoula.com, memotong tali pusat bagaikan menggergaji sebuah selang karet.

3. Rata-rata tali pusat memiliki panjang 50-80 cm dengan diameter 1-2 cm. Terdapat 6 persen kasus kehamilan di mana tali pusat lebih pendek dari itu. Sampai saat ini belum ada penelitian yang bisa mengungkap kenapa ada perbedaan tersebut.

4. Lima minggu setelah pertemuan sperma dan telur, tali pusat mulai berkembang. Namun perkembangan terpesat terjadi ketika usia kehamilan memasuki 28 minggu. Di usia kehamilan ini, rata-rata tali pusat sudah mencapai 55-60 cm. Di usia kehamilan 35 minggu, pertumbuhan tali pusat akan melambat dan berhenti di usia kehamilan 40 minggu.



5. Tali pusat yang normal memiliki 2 arteri dan 1 vena. Pembuluh vena membawa oksigen dan nutrisi dari plasenta pada janin, sedangkan arteri mengeluarkan kotoran dari tubuh janin ke plasenta. Kotoran ini akan berjalan menuju peredaran darah ibu dan berakhir di ginjal ibu.

 

Kelainan Tali Pusat

Karena perannya yang sangat penting bagi tumbuh kembang janin, kelainan pada tali pusat bisa berbahaya bagi pertumbuhan janin mengingat tugasnya sebagai pembawa nutrisi dan oksigen. Moms juga tidak bisa merasakan apa-apa jika terjadi kelainan pada tali pusat. Paling-paling jika janin gawat, Moms bisa merasakan gerakan janin berkurang. Anda harus waspada jika jumlah gerakan berkurang. Janin bergerak minimal 10 kali dalam 10 jam. Jika gerakannya kurang, lebih baik segera ke rumah sakit.

Apa saja kelainan-kelainan pada tali pusat yang mungkin terjadi selama kehamilan? Moms bisa baca selengkapnya di sini. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: kehamilan,   janin,   bayi,   tali pusat










Cover Mei-Juni-Juli 2020