Mother&Baby Indonesia
7 Cara Jitu agar Moms Hamil Anak Laki-Laki

7 Cara Jitu agar Moms Hamil Anak Laki-Laki

Keinginan untuk memiliki anak laki-laki pasti dimiliki oleh setiap pasangan. Namun, keinginan tersebut tentu tidak mudah untuk diwujudkan. Selain berkonsultasi dengan dokter kandungan, Anda dan pasangan pun perlu melakukan sejumlah tes untuk bisa mendapatkannya.

Keinginan untuk hamil anak laki-laki kini ternyata bukan masalah lagi, terutama dengan dunia kehamilan yang sudah berkembang pesat. Anda bisa mengusahakan memiliki bayi dengan jenis kelamin yang diinginkan. Bahkan, tanpa harus ke dokter kandungan dengan cara melakukan metode Shettles.

Metode ini diteliti oleh Dr. Landrum Shettles, penulis buku How to Choose the Sex of Your Baby. Ia memberikan beberapa cara yang perlu Anda dan pasangan perhatikan apabila ingin melakukan hubungan intim untuk mendapatkan anak berjenis kelamin laki-laki, yaitu:



 

1. Waktu Berhubungan Intim

Anda tentu tahu bahwa sperma memiliki 23 kromosom X yang cenderung menghasilkan anak perempuan dan Y untuk anak laki-laki. Sifat kromosom Y lebih cepat dan lincah, namun memiliki masa hidup yang singkat. Untuk itu, disarankan agar melakukan hubungan intim sehari sebelum atau saat masa ovulasi berlangsung.

 

2. Jangan Bercinta sebelum Ovulasi

Usahakan untuk tidak berhubungan intim lima hari sebelum masa ovulasi. Dilansir dari Babymed.com, kromosom pada hari sebelum ovulasi kebanyakan merupakan kromosom X. Jika Moms berhubungan intim dengan pasangan, yang akan tersimpan dalam saluran reproduksi Anda adalah kromosom X dan meningkatkan kemungkinan lahirnya bayi perempuan.

 

3. Gaya Berhubungan Intim

Beberapa posisi seperti doggy style atau woman on top dengan penetrasi yang dalam sangat direkomendasikan. Pasalnya, cairan serviks yang dikeluarkan oleh wanita sangat baik bagi sperma dengan kromosom Y. Dengan begitu, sperma tersebut bisa berjalan lebih dekat menuju leher rahim.

 

4. Tidak Memakai Celana Ketat

Untuk para pria, disarankan agar tidak mengenakan celana berbahan ketat. Sebab, penelitian menunjukkan bahwa pakaian ketat dapat menimbulkan rasa panas. Kondisi ini dapat membunuh kedua jenis sperma, terlebih sperma Y yang berukuran lebih kecil dan kurang memiliki perlindungan.

 

5. Orgasme

Saat berhubungan intim, wanita wajib mengalami orgasme terlebih dahulu atau bersamaan dengan pasangan. Orgasme wanita sendiri mampu meningkatkan kandungan alkalin di dalam vagina yang sangat menguntungkan bagi sperma dengan kromosom Y. Sperma pun menjadi lebih leluasa untuk masuk ke sel telur.



 

6. Mengubah Pola Makan

Memang tidak ada jaminan pasti, tetapi beberapa makanan ini diyakini dapat meningkatkan kemungkinan Anda mendapatkan anak laki-laki. Dilansir dari Boldsky.com, berikut 5 makanan yang perlu Anda dan pasangan konsumsi:

• Pisang. Dosis potasium yang tinggi serta kalium diketahui membantu sperma pria bertahan di dalam rahim. Konsumsi dua buah pisang setiap hari saat menjalankan program hamil.

• Jamur. Vitamin D dapat menjaga kesehatan sperma yang baik.

• Jeruk dan tomat. Vitamin C dapat menjaga pH yang tepat untuk menentukan hamil anak laki-laki. Kesehatan dan kekebalan tubuh Moms juga meningkat.

• Seafood. Seafood mengandung mineral zinc yang dapat membantu meningkatkan jumlah sperma pria secara luar biasa.

• Makanan asin. Ikan asin, daging, kerupuk dan makanan asin lainnya memiliki kadar natrium dan kalium yang seimbang. Ini dapat meningkatkan peluang untuk memiliki anak laki-laki.

 

7. Minum Kopi

Dokter Shettles menjelaskan bahwa sebelum berhubungan intim, pria disarankan untuk minum secangkir kopi. Ini dapat memberikan dorongan ekstra, khususnya pada sperma kromosom Y. Mereka jadi lebih gesit untuk ‘penetrasi’ di dinding rahim, sehingga dapat bertahan lebih lama dan membuahi sel telur.

Apabila seluruh langkah di atas sudah dilakukan tetapi kehamilan tak kunjung datang, Anda disarankan untuk tidak melakukannya lagi. Sebab dokter Shettles menambahkan, kondisi tersebut akan membuat Anda semakin lama untuk hamil. (Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: kehamilan,   hamil,   hamil anak laki-laki,   anak laki-laki








Cover Januari - Februari 2020