Home - Keluarga - Seks & Pernikahan / 18 Januari 2019 / Redaksi

Saat Suami Melakukan Kekerasan Fisik dan Psikis

Dalam kehidupan berkeluarga, komunikasi merupakan salah satu cara terbaik untuk menjembatani hampir segala masalah dalam rumah tangga. Dengan begitu, diharapkan baik Anda maupun pasangan dapat memahami satu sama lain. Namun, saat komunikasi menjadi sulit dilakukan, maka hal tersebut bisa menimbulkan masalah. Terlebih, jika pasangan sampai melakukan kekerasan dalam rumah tangga. Lalu, bagaimana cara agar masalah yang mungkin Anda alami dalam menghadapi pasangan dengan watak keras bisa teratasi?

Berkaitan dengan persoalan tersebut, perlu disadari bahwa suami yang melakukan kekerasan fisik dan psikis terhadap istrinya adalah tipe yang tidak mampu menghadapi frustasi. Hal tersebut diungkapkan oleh Ajeng Raviando, psikolog di Teman Hati Konseling.

Mereka dengan mudah akan ‘meledak’ karena kurang bisa mengendalikan amarahnya. Dampak dari kekerasan terhadap diri korban cukup besar, terutama dari sisi psikologis, seperti gangguan kecemasan dan depresi. Untuk pelaku kekerasan, tidak cukup hanya melakukan komunikasi, pelaku juga harus memiliki kesadaran untuk mengubah perilaku dan sikapnya. Banyak pelaku kekerasan pernah menjadi korban kekerasan.

Cari tahu riwayat suami saat dibesarkan untuk menemukan akar permasalahannya. Penyebab lain adalah stres, depresi, cemburu, masalah ekonomi, trauma. Mereka juga memiliki kebiasaan menyakiti orang lain, sikap egois, dan ketidakmampuan mengendalikan amarah.

Jika Anda sudah mengetahui penyebabnya, bantu untuk menyadarkan suami bahwa tindakannya tidak benar dan mengancam kerukunan rumah tangga. Ingatkan suami jika ia seringkali berbicara kasar atau memukul di hadapan anak, mereka bisa menjadi pelaku kekerasan di masa depannya.

Jangan menyerah, bersabar, dan tetap berusaha dengan memberikan contoh-contoh nyata dari dampak buruk kekerasan rumah tangga sehingga suami berpikir untuk berubah. Pahami bahwa suami membutuhkan waktu untuk berubah.

Jika ada perubahan sekecil apa pun, ucapkan terima kasih. Meski sulit, komunikasi tetap menjadi salah satu cara terbaik untuk menjembatani hampir segala masalah dalam rumah tangga. Jika Anda melihat kondisinya memburuk, segera minta pertolongan ahli.


Agar Terhindar dari KDRT

Anda tentu dapat menghindar dari kekerasan rumah tangga yang dialami. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan:

• Sekali terjadi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kemungkinan untuk berulang cukup besar. Hindari memberi toleransi berlebihan. Jika pasangan meminta maaf dan berjanji untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya, pastikan hal itu benar.

• Diskusikan tentang hal-hal yang patut dan boleh di dalam rumah tangga.

• Berani berkata “tidak” saat menjadi korban kekerasan.

• Cari informasi ke mana Anda bisa mendapat bantuan jika KDRT terjadi.

• Jika ada bahaya serta kejanggalan saat bersama suami, lindungi diri dan lakukan sesuatu untuk menyelamatkan diri Anda. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)


RELATED ARTICLE

Menjelaskan tentang Perceraian pada Anak

4 Hal Penting Agar Bisa Menjadi Orang Tua yang Bahagia

Menjaga Agar Tetap Mesra di Tahun 2019

OTHER ARTICLES

Market & Museum - Letter To Jully

Hari Anak Nasional: Sudahkah Kita Penuhi 10 Hak Anak?

Yuk Moms, Kenali Karakter Anak Berdasarkan Zodiak! (2)

Keluarga Baru Jakarta Aquarium

Oligohidramnion, Kondisi Cairan Ketuban Terlalu Sedikit