Mother&Baby Indonesia
4 Langkah untuk Berhenti Membandingkan Diri Sendiri

4 Langkah untuk Berhenti Membandingkan Diri Sendiri

Istilah ‘rumput tetangga selalu lebih hijau dari rumput sendiri’ sangat familiar terdengar. Bahkan, masih sering terucap untuk membandingkan diri Anda, suami, anak, hingga rumah dari keluarga lainnya. Apa pun akan dianggap lebih baik dari yang Anda miliki. Kecenderungan manusia (terutama wanita) adalah membandingkan dirinya dengan orang lain alias komparatif. Penyebabnya mungkin karena mereka sering dibanding-bandingkan oleh orang tua, guru, atau lingkungan sejak masih kecil.

Hal ini nyatanya dapat membuat kebahagiaan akan menghilang. Margaret Paul, Ph.D, relationship expert mengatakan bahwa kebiasaan membandingkan berpotensi membuat seseorang merasa rendah diri. Lalu mereka akan kehilangan kebahagiaan, keinginan untuk berkembang, hingga merasa tidak berharga.

Memang, beberapa orang akan terpacu untuk berkembang dan lebih baik jika dibandingkan dengan orang lain. Tetapi, lainnya malah justru merasa ‘kalah’ dan semangat untuk berubah pun menurun. Jika Moms terus melakukannya, Anda tidak akan bisa menghargai keberadaan diri sendiri. Mari belajar berhenti membanding-bandingkan, dan bersyukur atas apa yang Anda miliki.




Cek Alasan

Ketika Anda sedang membanding-bandingkan, biasanya ada satu fakta atau masalah yang takut Anda hadapi. Misalnya, Anda membandingkan suami Anda dengan suami sahabat yang nampaknya lebih pengertian dan selalu memberikan perhatian khusus kepada istrinya.

Coba lihat lagi alasan Anda membandingkan suami dengan orang lain, seperti dirinya lebih cuek namun Anda tak berani menegur. Padahal, semua hal bisa dibicarakan agar tidak menjadi masalah yang besar. Dengan begitu pun, akan terjalin komunikasi serta Anda pun merasa lebih baik.


Berani Bertindak

Salah satu alasan mengapa Anda suka membandingkan diri dengan orang lain adalah pemikiran “Ia menang, saya kalah”. Mulai dari materi hingga hal yang orang lain miliki, sedangkan Anda belum atau tidak bisa memilikinya.

Perlu diingat, kebiasaan membandingkan diri Anda dengan orang lain akan memberi batasan. Anda akan merasa terjebak dan jika tidak melakukan sesuatu, Anda tak akan bisa maju dan berkembang. Maka, jika pemikiran ini masih ada, lakukan sesuatu dengan bertindak dan lakukan hal tersebut dengan baik.




Tekan Tombol Pause

Membandingkan diri dengan orang lain pelan-pelan dapat membuat Anda jadi orang yang judgemental atau mudah menghakimi. Ini akan membuat energi negatif keluar dari tubuh dan jiwa Anda. Melody Wilding, penulis situs empowHER.com pun meyarankan agar Anda menekan tombol 'pause' dalam diri.

Saat memikirkan kondisi orang lain, coba lihat sisi positif yang mungkin terjadi padanya. Misalnya, saat sahabat memiliki finansial yang lebih baik dari Anda, mungkin karena ia memiliki cara menghemat yang baik dan teratur. Dengan mengapresiasi hal positif dari orang lain, hal tersebut dapat menjadi bumerang yang juga positif bagi Anda.


Tulis Jurnal

James W. Pennebaker, profesor dari University of Texas, AS, mengatakan bahwa menulis adalah salah satu cara pemulihan diri. Ketika Anda mulai membandingkan kondisi dengan orang lain, tuliskan berbagai hal yang ada di pikiran. Mulai dari apa yang dibandingkan, pandangan terhadap orang tersebut, dan perasaan terhadap suatu hal atau kondisi tersebut. Kemudian di halaman selanjutnya, tuliskan hal-hal positif dari orang tersebut, seperti saat Anda menekan tombol 'pause'.

“Temukanlah tempat yang nyaman untuk Anda menuliskan perasaan. Fokuslah pada apa yang sedang Anda hadapi sekarang ini, serta cara untuk menyelesaikan masalahnya,” saran Prof. James. Selamat mencoba, Moms! (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: keluarga,   membandingkan diri








Cover Maret 2020