Mother&Baby Indonesia
7 Etika Dasar yang Perlu Diajarkan pada Batita

7 Etika Dasar yang Perlu Diajarkan pada Batita

Sejak bayi, Si Kecil sudah dapat dikenalkan dengan etiket. Tetapi, saat usianya di atas 1 tahun dan sudah bisa diajak berkomunikasi 2 arah, sedikit demi sedikit mereka dapat diajarkan tentang tata krama atau etika dasar. Cara paling mudah untuk mengajarkan tentu saja dengan memberi contoh. Disarankan untuk mengajarkan etiket ini secara perlahan. Beberapa perilaku dapat ditolerir dengan tetap memberi penegasan tentang boleh atau tidaknya hal tersebut dilakukan di kemudian hari.


1. Katakan Tolong, Terima Kasih, dan Maaf

Anda bisa mulai melatih Si Kecil menggunakan kata-kata tersebut saat berusia 1 tahun. Lambat laun, Si Kecil akan mengetahui makna memberi serta menerima dengan mengucapkan "tolong" dan "terima kasih". Moms juga bisa mengajarkan ucapan "maaf" ketika Anda maupun Si Kecil melakukan kesalahan.




2. Ajak Makan Bersama

Makan bersama menjadi saat yang tepat untuk mengajarkan etiket makan maupun menunjukkan perilaku penting di meja makan. Misalnya saja, menawarkan Si Kecil air minum sebelum Anda mengisi gelas sendiri.


3. Jauhi Tangan dari Alat Kelamin

Salah satu eksplorasi yang dilakukan batita adalah bermain dengan alat genitalnya, karena tindakan tersebut terasa menyenangkan baginya. Moms perlu ajarkan untuk tidak melakukan hal tersebut terlebih saat di luar rumah. Moms bisa mengalihkan perhatiannya dari alat kelamin dengan aktivitas lain, tanpa harus memarahinya.


4. Tutupi Bagian Pribadi

Ada kalanya batita masih senang berlarian tanpa menggunakan pakaian. Selama tidak menimbulkan bahaya secara fisik dan terjadi di rumah bersama dengan Anda, perilakunya bisa ditolerir. Tetapi sebaiknya tidak bertelanjang, karena ada bagian tubuhnya yang harus ditutupi. Latih mereka untuk selalu menggunakan handuk usia mandi dan langsung menggunakan pakaian di kamarnya.




5. Mencium Tangan

Sudah menjadi kebiasaan orang Indonesia untuk mencium tangan atau pipi orang yang lebih tua ketika bertemu. Kebiasaan ini bisa diajarkan kepada batita. Kalau pun ia menolak untuk mencium tangan orang yang lebih tua atau kakek dan nenek, tak perlu marah ya, Moms! Cukup katakan saja bahwa Si Kecil sedang malu pada saat itu jadi ia tidak mau mencium tangan.


6. Bergantian Bicara

Menunggu Anda selesai berbicara, terlebih saat sedang menelepon dan Si Kecil tidak tahu kalau Moms sedang berbicara dengan orang lain, bisa menjadi hal menyulitkan baginya. Anda bisa melatihnya. Bila ia menyela pembicaraan saat nenek berbicara dengan Anda, katakan, “Nenek bicara dulu ya, setelah itu baru adik.”


7. Mengenal Emosi

Batita masih belum memiliki kemampuan untuk mengontrol emosi. Tugas Anda mengenalkan ia dengan emosinya sekaligus melatih mereka mengontrolnya. Misalnya, saat Si Kecil tantrum, tenangkan Si Kecil dengan memeluk atau hanya berada di sampingnya.

Ketika sudah tenang, yakinkan kalau emosi yang dialaminya sebagai sesuatu yang wajar sambil ajarkan cara untuk mengontrolnya. Katakan, bahwa emosi yang dirasakannya adalah marah dan sebaiknya ia tidak harus sampai meledak saat mengalami emosi itu. Cukup bilang kepada Anda, bahwa ia sedang marah. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   etika dasar,   tata krama