Mother&Baby Indonesia
Mengatasi Anak yang Terlalu Dekat dengan Pengasuh

Mengatasi Anak yang Terlalu Dekat dengan Pengasuh

Bagi Moms dan Dads yang bekerja, keberadaan pengasuh sangat berperan penting untuk membantu mengasuh dan merawat Si Kecil di rumah. Akan tetapi, karena sering bersama pengasuh, bahkan sejak dari lahir, akibatnya anak pun jadi sangat dekat dengannya dan langsung rewel ketika Mbaknya pergi. Apa yang harus dilakukan?

Tidak perlu panik, Moms. Mother&Baby membahas masalah Si Kecil yang terlalu 'mencintai' pengasuhnya ini bersama psikolog Indri Savitri dan mencarikan solusinya untuk Anda.




Bonding Terlalu Dalam

Menurut Indri, balita yang terlalu dekat dengan pengasuh terjadi karena ada perlekatan emosi atau bonding yang terlalu dalam. Pengasuh bisa memenuhi kebutuhan anak untuk mendapatkan kasih sayang, kehangatan, dan rasa aman.

“Dalam kasus seperti ini, artinya orang tua sudah memberikan porsi yang terlalu besar kepada pengasuh. Begitu pengasuh pergi, anak pun merasakan kehilangan orang yang terdekat dan bisa dipercaya,” jelas Indri.

Namun menurut Indri, ada beberapa tahap kerewelan yang harus diperhatikan oleh orang tua. Jika hanya rewel biasa kemudian bisa dekat dengan orang tua kembali, itu hanyalah bagian dari penyesuaian diri. Bisa juga anak menjadi lebih manja dan mencari perhatian, karena ia sedang menghadapi rasa kehilangannya.

Namun, orang tua harus waspada jika anak sudah mengalami gangguan yang cukup keras seperti tidak mau makan atau menangis sepanjang malam. “Jika itu sudah terjadi, orang tua sudah lupa memberikan ruang untuk anaknya sendiri sehingga hubungan dengan pengasuh lebih kuat. Dalam hal ini, orang tua harus segera membangun hubungan kepercayaan kembali dengan anaknya,” ujar Indri.




Waktu Berkualitas

Membangun bonding yang kuat memang menjadi tantangan tersendiri, terutama untuk orang tua bekerja yang memiliki waktu terbatas bersama anak. Namun, ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mendekatkan diri dengan anak. Sentuhan hangat dan respons yang tepat pada anak bisa melekatkan jarak Anda dengan Si Kecil.

“Misalnya, daripada bertanya kamu capek atau tidak, lebih baik Anda memeluk Si Kecil saat ia terlihat lelah. Daripada mengeluh soal kerenggangan hubungan itu, lebih baik Anda membuat Si Kecil merasa nyaman,” papar Indri.

Selain itu, orang tua juga harus berusaha mengenal karakter anaknya supaya bisa memaksimalkan waktu yang berkualitas. Perbanyak waktu bermain dengan anak, sehingga Anda tahu bagaimana cara berinteraksi dengan Si Kecil. Untuk batita, Anda bisa mengajaknya melakukan permainan fisik yang sarat dengan sentuhan, seperti memeluk, menggendong, atau menari bersama.

“Kadang untuk menciptakan keakraban, Anda hanya perlu kejujuran dan kehangatan. Jika anak di rumah menyambut Anda pulang bekerja, balaslah dengan pelukan hangat,” jelas Indri.

Indri juga mengatakan jika orang tua membiarkan bonding dengan pengasuh semakin dalam, anak akan mengalami kedukaan mendalam ketika harus berpisah dengan pengasuhnya. “Bagaimanapun pengasuh hanya membantu Anda, bukan menggantikan peran Anda sebagai orang tua,” ujar Indri. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   pengasuh








Cover Maret 2020