Home - Balita - Tumbuh Kembang Balita / 20 Januari 2019 / Redaksi

Anak Terlambat Bicara, Ini Efek Jangka Panjangnya

Salah satu yang sering menjadi perhatian penting para Moms dalam mengasuh dan membesarkan balita adalah kemampuan atau perkembangan bicara Si Kecil. Ya, tak sedikit Moms yang khawatir, apakah buah hatinya mengalami keterlambatan atau gangguan bicara. Pasalnya, begitu Moms perhatikan, Si Kecil ternyata kurang 'bawel' atau 'cerewet' jika dibandingkan dengan anak lain seusianya. Atau, ketika Moms perhatikan sehari-hari, kosa kata yang keluar dari mulut Si Kecil masih kurang banyak. Ia justru lebih sering menggunakan bahasa tubuh atau gerakan tangan untuk mengungkapkan maksud atau keinginannya.

Nah Moms, yang perlu Anda ketahui, ternyata keterlambatan atau gangguan perkembangan bicara anak baru akan terlihat saat Si Kecil berusia di atas 2 tahun. Kalau Anda mencurigai ada tanda-tanda bahwa anak mengalami gangguan bicara, segeralah berkonsultasi dengan ahli, baik dokter maupun psikolog. Kenapa demikian? Karena gangguan bicara yang dialami anak, apalagi bila terus dibiarkan, dapat memengaruhi masa depannya.

Berikut ini 4 efek jangka panjang yang dapat ditimbulkan dari masalah gangguan bicara pada anak, seperti dilansir dari Idai.or.id:




1. Anak Mengalami Kesulitan Belajar

Gangguan bicara pada anak akan memengaruhi kemampuannya dalam memahami sesuatu. Ia pun akan mengalami kesulitan membaca. Akibat selanjutnya, ia akan mengalami kesulitan belajar di sekolah ataupun melanjutkan pendidikan hingga dewasa.


2. Tingkat Kecemasan Anak Lebih Tinggi

Anak dengan gangguan bicara kemungkinan akan memiliki kadar kecemasan yang lebih tinggi, terutama saat ia beranjak remaja. Selanjutnya, saat menginjak usia produktif, ia mungkin akan merasakan ketakutan berlebihan, terutama saat bersosialisasi dengan orang lain.




3. Anak Cenderung Tidak Suka Berteman

Anak dengan gangguan bahasa mempunyai kualitas persahabatan dan partisipasi aktivitas sosial yang lebih rendah bila dibandingkan dengan anak lain dengan perkembangan normal. Selain itu, menurut studi, ia juga lebih berisiko menunjukkan kesulitan berhubungan dengan teman sebayanya.


4. Gangguan Bahasa akan Menetap

Sebuah riset menunjukkan bahwa gangguan bicara dan bahasa yang diidentifikasi saat anak berusia 5 tahun, sebanyak 72 persen di antaranya tetap mengalami gangguan di usia 12 tahun.


Nah, agar efek jangka panjang di atas tidak terjadi, Moms perlu mendeteksi gangguan atau keterlambatan bicara yang dialami anak sejak dini. Salah satu caranya adalah dengan terus memantau perkembangan bahasa Si Kecil. Apabila tidak sesuai dengan milestones-nya, segeralah berkonsultasi dengan ahli. Selain itu, pantau terus prestasi akademik anak di sekolah ya, Moms! (M&B/SW/Dok. Freepik)

 

 


RELATED ARTICLE

Trik Tepat Menangani Anak Ceriwis

Anak Anda Kidal? Jangan Memaksa untuk Mengubahnya

Mitos dan Fakta Balita yang Masih Menyusu

OTHER ARTICLES

Tips Memilih dan Mengonsumsi Susu UHT yang Aman

Ini Alasan Bayi Baru Lahir Jangan Langsung Dimandikan

Rekomendasi 4 Area Glamping untuk Keluarga

5 Pelajaran Penting untuk Mendidik Anak Usia 3 Tahun

Bulu-Bulu Halus pada Tubuh Bayi Baru Lahir, Apa Itu?