Home - Bayi - Tumbuh Kembang Bayi / 7 Januari 2019 / Redaksi

Yang Perlu Moms Ketahui tentang Tidur pada Bayi

Ketika Si Kecil lahir, Moms pasti ingin selalu bercengkerama dengannya, memandang matanya, dan mendengarkan gumaman lucu darinya. Namun faktanya, Moms tidak bisa berlama-lama bermain dengannya. Ini karena di awal-awal kelahirannya, ia banyak tidur, bahkan hingga 18 jam dalam sehari! Ternyata, waktu tidur ini sangat penting untuk menunjang pertumbuhan dan menstimulasi tumbuh kembang otaknya.


Kenapa Bayi Sering Tidur?

Waktu tidur Si Kecil yang cukup lama terjadi karena hormon yang mengontrol pola tidur dan bangunnya masih belum bekerja secara sempurna hingga ia berusia 3 bulan. Si Kecil juga belum mengerti tentang konsep siang serta malam, sehingga ia akan mengikuti keinginannya sendiri kapan waktu untuk tidur dan bangun.



Dibutuhkan waktu 6 bulan bagi bayi untuk membentuk ritme sirkadiannya. Di antara waktu ini, Moms bisa melatih dan membentuk rutinitas tidurnya. Tujuannya, agar Si Kecil dapat tidur secara teratur hingga dewasa kelak.


Agar Tidur Bayi Optimal

Seperti halnya makan dan minum, tidur juga merupakan kebutuhan dasar Si Kecil, terutama di 5 tahun pertamanya. Tidur sangat penting karena berguna untuk perkembangan otak, fisik, dan otot anak. Untuk memaksimalkan tumbuh kembang Si Kecil, ia perlu mendapatkan tidur yang optimal. Tidur yang optimal buat bayi mencakup:

1. Waktu tidur yang cukup

Setiap anak perlu mendapatkan tidur yang cukup agar pertumbuhan, perkembangan, dan fungsi tubuhnya menjadi optimal. Jumlah waktu tidur yang dibutuhkan akan tergantung pada usia. Bayi baru lahir bisa tidur sekitar 14-17 jam dalam sehari. Namun seiring bertambahnya usia, waktu tidur mereka akan berkurang.

2. Tidur berkualitas

Tidak hanya kuantitas, kualitas tidur juga perlu diperhatikan. Tidur yang berkualitas akan membuat Si Kecil melewati setiap fase (light sleep dan deep sleep) dalam siklus tidurnya. Kualitas tidur merupakan kunci penting dalam perkembangan sistem saraf tubuh.



3. Jadwal tidur sesuai ritme biologis anak

Setiap orang memiliki ritme biologis tubuh, yaitu terbangun, beraktivitas, mengantuk, lalu tertidur. Jika ritme ini terganggu, maka Si Kecil akan sulit untuk beraktivitas dan tidur dengan nyenyak.

Di awal kelahiran, Si Kecil belum memiliki ritme biologis. Namun lambat laun, ia akan memiliki jadwal tidur dan menerapkannya secara teratur. Menariknya, ketika beranjak besar, Si Kecil akan memerangi rasa kantuknya dan berusaha untuk tetap terjaga. Maka dari itu, Moms perlu membangun rutinitas tidur sejak dini, supaya ia mudah disuruh tidur saat berusia balita.


Fase REM dan NREM

Siklus tidur normal terdiri dari fase light sleep atau biasa disebut rapid eye movement (REM) dan fase deep sleep atau biasa disebut non-rapid eye movement (NREM).

Di fase light sleep, terkadang seseorang tidak menyadari kalau sedang tertidur dan mudah terbangun. Di fase ini mimpi biasanya terjadi. Sementara fase deep sleep jauh lebih tenang dan nyenyak. Seseorang yang sedang tidur dalam fase deep sleep sulit dibangunkan dan cenderung merasa mengantuk ketika sudah bangun. Di fase ini pula hormon pertumbuhan dilepaskan.

Ketika dilahirkan, separuh dari waktu tidur bayi merupakan fase light sleep. Artinya, secara biologis bayi diprogram untuk tidur ringan dan mudah terbangun. Fase light sleep akan semakin berkurang seiring pertambahan usia. Ketika sudah mencapai usia 3 tahun, anak hanya akan melalui fase light sleep sekitar 33 persen saja dalam tidurnya. (M&B/SW/Dok. Freepik)

 

 


RELATED ARTICLE

Cara Mengembangkan Kemampuan Otak Bayi yang Mengejutkan

Kenali Tanda-Tanda saat Bayi Anda Alami Overstimulasi

Moms, Ini Perkembangan Motorik Bayi di Tahun Pertama

OTHER ARTICLES

Hati-Hati! Balita Juga bisa Alami Bulimia lho, Moms

Waspada Moms, Stres Bisa Picu Kelahiran Prematur

Bayi Juga Perlu Disiplin, Ini 5 Tips Untuk Melatihnya

Waspadai 7 Jenis Kelainan Darah pada Bayi

Ini 4 Kekhawatiran Seorang Pria Setelah Menjadi Ayah