Mother&Baby Indonesia
Tunda Pemotongan Tali Pusat Bayi, Ini Penjelasannya

Tunda Pemotongan Tali Pusat Bayi, Ini Penjelasannya

Tali pusat memiliki sejumlah peranan penting bagi kehidupan seorang bayi. Tali pusat memang mengandung sel induk yang sangat berguna untuk menyembuhkan berbagai penyakit serius, bahkan dalam waktu jangka panjang.

 

Selama sembilan bulan berada di dalam kandungan, bayi hidup dengan hanya bergantung pada tali pusat sebagai penyambung asupan gizi dari ibunya. Tidak lama setelah kelahirannya ke dunia, tali pusat tersebut kemudian akan dipotong. Begitu tali pusat dipotong, semua saluran yang menghubungkan plasenta dan bayi akan menutup.



 

Banyak dokter yang secara rutin memotong tali pusat segera setelah bayi dilahirkan dengan alasan untuk menurunkan risiko perdarahan berat pada ibu. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa menunggu beberapa menit untuk memotong tali pusat ternyata ada manfaatnya bagi bayi. Kenapa?

 

Berdasarkan sebuah studi, menunggu 2 menit sebelum melakukan pemotongan tali pusat ternyata akan bisa membantu aliran darah dari plasenta ibu masuk ke bayi, sehingga memperkecil kemungkinan bayi kekurangan zat besi. Menunggu beberapa saat sebelum memotong tali pusat memungkinkan lebih banyak darah kaya zat besi dari plasenta untuk mencapai bayi yang baru lahir.

 

“Kekurangan zat besi pada bayi merupakan kasus kesehatan serius yang terjadi di banyak negara, di antaranya di kawasan Amerika Utara dan Eropa Barat,” ujar pemimpin penelitian, Nestor Vain. Dilansir dari USA Today, bayi yang ditunda pemotongan tali pusatnya akan mempunyai ketahanan tubuh hingga 90 persen sehingga tidak mudah terkena anemia defisiensi zat besi saat mereka berusia 4 bulan.

 



Menurutnya Vain, penundaan pemotongan tali pusat bisa dilakukan sambil memeluk bayi. Vain yang juga merupakan anggota dari Foundation for Maternal and Child Health di Buenos Aires, Argentina, menjelaskan, “Memeluk bayi segera setelah proses persalinan sangat direkomendasikan untuk meningkatkan bondingibu dan anak serta meningkatkan kesuksesan inisiasi menyusui dini (IMD).”

 

Dalam studi lain yang dikutip dari Mother&Baby UK, para peneliti mengamati 64 wanita melahirkan. Setengah atau 50 persen dari bayi yang dilahirkan tersebut, tali pusatnya dipotong saat 10 detik setelah dilahirkan, dan 50 persennya lagi tali pusatnya dipotong setelah 2 menit.

 

Hasilnya, bayi yang pemotongan tali pusatnya ditunda selama 2 menit terbukti meningkatkan kapasitas antioksidan yang membantu mengurangi kerusakan karena oksigen yang dihirup. Tingkat hemoglobin bayi juga akan lebih tinggi 1 atau 2 hari setelah melahirkan, dan bayi tidak menunjukkan kekurangan zat besi 3 atau 6 bulan setelah dilahirkan. Para peneliti menyimpulkan, hal ini akan memiliki efek yang menguntungkan bagi perkembangan bayi nantinya.

 

Meski demikian, menunda pemotongan tali pusat terlalu lama sebenarnya juga meningkatkan risiko penyakit kuning pada bayi. Karena itu, pemotongan tali pusat sebaiknya dilakukan antara 1 hingga 2 menit setelah kelahiran. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   tali pusat