Home - Kehamilan & Persalinan - Kehamilan / 11 September 2018 / Redaksi

Diet saat Hamil Kurangi Risiko Kelahiran Prematur

Moms, mungkin Anda bertanya-tanya, memangnya diet ketika hamil itu boleh, ya? Karena banyak orang yang mengatakan, saat hamil, makan tidak perlu dibatasi, sebab Anda makan untuk berdua, yaitu Anda dan janin Anda. Namun, pernyataan itu salah. Pengertian diet yang sebenarnya adalah mengatur pola makan dan bukan mengurangi makan. Diet yang benar adalah mengatur asupan makan yang baik dan bergizi. Dan ibu hamil sangat perlu mengatur pola makannya.

 

Hasil penelitian yang diterbitkan oleh situs British Medical Journal mengatakan, wanita hamil yang melakukan diet dengan mengonsumsi makanan kaya sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian, juga minum cukup air, dapat mengurangi risiko kelahiran prematur.



 

Para peneliti mengidentifikasi 3 pola diet yang berbeda, yaitu Prudent (sayuran, buah-buahan, minyak, air sebagai minuman, sereal gandum, unggas, roti), Western (snack asin dan manis, roti, pencuci mulut, produk olahan daging), dan Traditional (kentang, ikan, saus, sayuran yang dimasak, susu rendah lemak).

 

Tim peneliti menemukan bahwa pola diet Prudent mengurangi risiko kelahiran prematur, khususnya bagi wanita dengan kehamilan pertama. Mereka juga menemukan hal itu pada pola diet Traditional. Ini menunjukkan bahwa asupan makanan dengan pola diet Prudential lebih baik karena bebas dari makanan olahan, seperti makanan cepat saji, junk food, dan snack.

 



Selain itu, diet dengan pengaturan pola makan sehat ini tidak hanya bertujuan agar kehamilan Moms baik dan sehat, tetapi juga agar Anda mudah kembali langsing setelah melahirkan. Diet yang baik juga mengurangi kemungkinan pembentukan janin abnormal dan membantu menjamin bayi tumbuh seoptimal mungkin.

 

Selain untuk menghindari risiko kelahiran prematur, diet dengan mengatur pola makan sehat juga bertujuan agar kenaikan Anda tidak berlebihan. Karena itu, Moms sebaiknya atur pola makan dengan cara:

1. Kurangi asupan lemak dan minyak. Hindari makanan yang digoreng dan bersantan. Batasi minyak dalam mengolah makanan, misalnya untuk menumis. Makanan lebih baik direbus atau dikukus.

2. Kurangi kadar gula tinggi. Dari camilan manis dan gurih, minuman manis, dan softdrink.

3. Hindari kadar garam tinggi. Dari makanan yang diasinkan dan makanan instan. (M&B/SW/Dok. Freepik)

 

 


RELATED ARTICLE

Hamil dengan Mioma, Berbahayakah?

Selamat! Tya Ariestya Hamil Anak Kedua

4 Hal Penting Ketika Menyusui di Masa Kehamilan

OTHER ARTICLES

Suami Terlalu Sibuk di Kantor? Lakukan 5 Hal ini, Moms!

Moms, Yuk Ketahui Jenis-jenis Tipe Terapi Autisme

Bagaimana Jika Janin Sakit sejak dalam Kandungan?

MB Fair Surabaya 2019

Manfaat Pelukan untuk Anak & 5 Gaya Pelukan Seru!