Home - Kehamilan & Persalinan - Kehamilan / 2 September 2018 / Redaksi

Pentingnya Jaga Fisik dan Psikis Tetap Sehat saat Hamil

Hal terpenting saat Anda sedang hamil adalah harus selalu merasa bahagia. Ciptakan lingkungan yang mendukung untuk selalu bahagia. Dukungan dari suami pun menjadi sangat berpengaruh pada perkembangan psikologis Anda dan janin.

 

Sebuah penelitian menyebutkan pengaruh antara ibu pemarah ketika hamil dengan kecenderungan anak menjadi agresif dan memiliki masalah perilaku di kemudian hari. Emosi positif yang Anda miliki ketika hamil dapat membentuk tingkah laku yang baik pada Si Kecil kelak.



 

Aktivitas yang Anda jalani selama hamil juga akan sangat berdampak pada pertumbuhan janin. Lakukanlah aktivitas seperti biasa asal tidak berbahaya bagi kehamilan. Berolahraga pula secara rutin, dengan pilihan gerakan yang aman dan tanpa hentakan.

 

Beberapa gerakan seperti senam hamil, yoga ringan, atau jalan santai bisa menjadi pilihan. Hal ini dapat memberikan stimulasi yang baik bagi perkembangan janin. Selain itu, aturlah waktu istirahat Anda, khususnya saat hamil.



 

Usahakan untuk tidur selama 6-8 jam di malam hari. Bisa juga tambahkan jam istirahat di siang hari selama kurang lebih 1 jam. Saat hamil, tubuh Anda memang mudah lelah. Istirahat cukup akan membantu menjaga kondisi tubuh Anda lebih bugar.

 

Perlu diingat bahwa walaupun sedang hamil, lakukan aktivitas seperti biasa. Jangan bermalas-malasan. Secara tidak langsung, memanjakan tubuh justru tidak baik bagi perkembangan janin Anda. Kebiasaan saat hamil, bisa tercermin pada diri anak setelah lahir nanti, Moms. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)

 

 


RELATED ARTICLE

3 Cara untuk Moms Jalin Kedekatan dengan Janin

Trik Membuat Maternity Shoot Sederhana Tapi Indah

Perkembangan Janin di Kehamilan 9 Bulan

OTHER ARTICLES

Waspada! Ini Bahaya Memakaikan Perhiasan pada Bayi

Ingin Mendonorkan Darah? Ini yang perlu Anda Perhatikan

Tren Fashion Terkini untuk Si Kecil

Bagaimana Meyakinkan Orang Tua dengan Pola Asuh Kini?

Ibu Hamil Donor Darah? Ini Risikonya!