Mother&Baby Indonesia
Waspada Hepatitis A yang bisa Sebabkan Anak Kejang

Waspada Hepatitis A yang bisa Sebabkan Anak Kejang

Saat balita, Si Kecil mungkin saja mengalami satu kondisi yang membuatnya rentan terkena penyakit. Salah satu penyakit yang harus diwaspadai adalah hepatitis A. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus dan dapat menyerang organ hati.

 

Jumlah pengidap penyakit hepatitis A di dunia mencapai 1,4 juta jiwa setiap tahunnya, dengan sebagian besar penderitanya adalah anak-anak. Masa inkubasi virus hepatitis A, dari awal masuknya virus hingga menimbulkan gejala penyakit, memakan waktu sekitar 28 hari.



 

Normalnya, imunitas anak dapat melawan virus hepatitis A. Namun, bila pertahanan tubuh sedang lemah, virus dapat menyebabkan kejang dan kesadaran anak pun menurun.

 

Penyebab dan Gejala

Virus hepatitis A menyebar melalui makanan dan minuman yang telah terkontaminasi oleh tinja dari pengidap hepatitis A. Virus ini sering terjadi pada balita berusia 2 tahun atau lebih, karena pada usia ini, Si Kecil sudah mulai bersosialisasi dan ‘mencoba’ jajan sembarangan.

Perilaku membeli jajanan sembarang ini yang membuat virus hepatitis A lebih mudah menyerang. Selain itu, sanitasi lingkungan, terutama toilet juga perlu dijaga, karena virus ini termasuk ke dalam genus Hepatovirus, yang penyebarannya melalui tinja penderita.



Gejala awal yang muncul pada anak yang terkena virus hepatitis A, meliputi demam, mual, muntah, nyeri pada sendi dan otot, sakit pada perut bagian kanan atas, serta diare. Tetapi bila organ hati telah terserang, gejalanya menjadi lebih berat, di antaranya urine berwarna gelap, tinja berwarna pucat, mata dan kulit juga tampak kuning. Sebenarnya, gejala ini bukan dampak langsung dari virus hepatitis A, melainkan respons imunitas tubuh anak yang sedang bekerja melawan virus tersebut.

 

Yang Harus Dilakukan

Umumnya, sistem kekebalan tubuh akan melenyapkan virus, sehingga tidak perlu obat khusus. Pengobatan yang diberikan lebih ditujukan untuk meredakan gejala yang muncul akibat virus, seperti pereda gatal, mual, dan muntah.

Tingkatkan sistem imun tubuh dengan memperbanyak istirahat dan konsumsi makanan bergizi untuk mempercepat penyembuhan. Untuk pencegahan, berikan vaksinasi dan membiasakan cuci tangan, menghindari makanan mentah serta jajan sembarangan.

Hepatitis A dianggap parah bila terjadi komplikasi yang ditandai penyakit kuning berulang. Jika tanda-tanda seperti bola mata menguning dan air seni berwarna gelap terjadi berulang dan dalam jangka waktu yang lama, segera bawa Si Kecil ke dokter. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: balita,   anak,   hepatitis a










Cover Mei-Juni-Juli 2020