Mother&Baby Indonesia
Moms, Kenali Hiperlaktasi dan Cara Menanganinya

Moms, Kenali Hiperlaktasi dan Cara Menanganinya

Hiperlaktasi adalah kondisi di mana tubuh memproduksi lebih banyak ASI dibandingkan yang Si Kecil butuhkan. ASI yang keluar sangatlah deras dan cepat sehingga membuat bayi kesulitan menyusu dengan nyaman. Banyak ibu hiperlaktasi yang mengalami kebocoran dan rembes ASI sehingga memuncrat. Untuk itu, Moms perlu mengenali penyebab dan gejala hiperlaktasi dan cara menanganinya.

 

Penyebab Hiperlaktasi



Hiperlaktasi disebabkan oleh jumlah alveoli pada payudara yang berlebih. Jumlah normal alveoli pada masing-masing payudara adalah 100.000-300.000, namun ibu dengan hiperlaktasi memiliki alveoli yang lebih dari jumlah ini. Terkadang hiperlaktasi juga terjadi jika Anda memberikan petunjuk kepada tubuh untuk memproduksi lebih banyak ASI, misalnya dengan memompa ASI lebih banyak daripada yang dibutuhkan Si Kecil. Ketidakseimbangan hormon dan pengobatan tertentu juga bisa menyebabkan hiperlaktasi.

 

Gejala hiperlaktasi

• Pada Ibu

1. Payudara Anda akan terasa sangat penuh dan besar. Anda pun biasanya akan mengalami plugged ducts atau penyumbatan, bahkan mastitis.

2. Mengalami rembes payudara dengan frekuensi sering, walaupun tengah menyusui.

3. Gejala-gejala ini akan muncul pada minggu pertama setelah persalinan dan bisa berlanjut hingga 2-3 minggu kemudian.

• Pada Bayi

1. Si Kecil kemungkinan kesulitan menyusu karena derasnya ASI Anda. Ia biasanya hanya tahan menyusu selama 5-10 menit saja.

2. Ia juga mungkin akan mengeluarkan ASI setelah menyusu. Hiperlaktasi memang kadang disalahartikan sebagai refluks.



3. Si Kecil menolak untuk menyusu langsung dari payudara.

4. Si Kecil akan mudah kenyang sebelum mendapatkan ASI yang kaya lemak. Hal ini menyebabkan Si Kecil mendapatkan terlalu banyak laktosa, sehingga menunjukkan gejala seperti kolik, mengalami perut yang selalu bergas, tinja yang banyak dan berwarna hijau gelap, dan sering buang air kecil.

5. Si Kecil memiliki berat badan yang terlalu rendah atau bahkan terlalu tinggi.

 

Cara Mencegah dan Mengatasi Hiperlaktasi

Berkonsultasilah dengan ahli laktasi. Anda mungkin akan disarankan untuk melakukan:

• Sebelum menyusui, pompa terlebih dahulu payudara untuk mengurangi arus ASI yang keluar. Namun jangan pompa secara berlebihan, cukup memompa hanya untuk mengurangi arus ASI.

• Susui Si Kecil saat ia sedang tak terlalu lapar atau ketika ia baru bangun tidur. Dengan begini, ia akan cenderung mengisap dengan lembut. Isapan yang lembut akan lebih sedikit merangsang payudara sehingga mengeluarkan ASI yang tak terlalu deras.

• Menyusui dengan posisi tertentu bisa membantu Si Kecil menghadapi arus ASI. Cobalah menyusui dengan posisi Si Kecil sedikit duduk.

• Jika Si Kecil tampak kesulitan menyusu, lepaskan ia sejenak dari payudara dan sendawakan ia, baru kemudian kembalikan pada posisi menyusu.

• Jika semua cara tidak berhasil, mintalah bantuan dokter. Biasanya beberapa obat bisa membantu. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: ibu,   bayi,   menyusui,   masalah menyusui,   asi,   hiperlaktasi








Cover Januari - Februari 2020