Mother&Baby Indonesia
Masalah Ibu Menyusui: Produksi ASI Sedikit

Masalah Ibu Menyusui: Produksi ASI Sedikit

Menyusui dapat dilakukan setiap wanita, namun bukan berarti tanpa proses belajar. Setiap pasangan ibu dan anak berbeda. Menyusui merupakan keterampilan yang memerlukan proses belajar dari kedua belah pihak, ibu dan anak. Bagi beberapa Moms, proses belajarnya bisa sangat melelahkan dan membuat frustrasi. Namun tetaplah bersabar menjalaninya, mengingat memberikan ASI memiliki manfaat yang sangat besar, baik bagi ibu maupun Si Kecil.

 

Memang tak selamanya aktivitas menyusui semulus jalan tol. Beberapa gangguan dapat muncul sehingga menghalangi keberhasilan menyusui Anda dan mengganggu kelancaran pemberian ASI. Salah satu masalah ibu menyusui yang kerap muncul adalah produksi ASI sedikit. Namun tidak usah panik, Moms! Mother&Baby Indonesia punya solusinya yang bisa membantu Anda menangani masalah ibu menyusui tersebut.



 

Di awal menyusui, banyak Moms yang mungkin berpikir kalau produksi ASI mereka sedikit, padahal tidak. Hal ini mungkin disebabkan oleh payudara yang mengempis atau ASI yang tak lagi merembes. Sebenarnya, ini merupakan tanda bahwa tubuh Anda tengah beradaptasi dengan kebutuhan Si Kecil. Bayi yang mengalami growth spurts juga akan menyusu lebih sering sehingga membuat payudara Anda tampak kempis. Namun jangan cemas, karena ini hanya merupakan tahap penyesuaian. Untuk itu, kenali penyebab produksi ASI Anda sedikit dan ketahui cara memperbanyak ASI untuk Si Kecil.

 

Penyebab Produksi ASI Sedikit


Sebenarnya, produksi ASI yang sedikit disebabkan oleh frekuensi menyusui yang jarang (mungkin karena puting lecet atau pelekatan yang tak baik). Bagi beberapa ibu, kondisi fisik atau biologi, seperti kelainan hormon atau operasi payudara bisa menyebabkan rendahnya produksi ASI. Namun bagi banyak Moms, masalahnya ada pada frekuensi menyusui, bukannya produksi ASI. Ingatlah, semakin sering bayi Anda disusui, semakin banyak ASI yang Anda produksi.


Untuk mengetahui apakah Si Kecil mendapat ASI yang cukup, ada beberapa hal yang bisa Anda lihat pada bayi, yaitu:

• Memiliki kenaikan berat badan yang baik.

• Di bulan pertama, biasanya Si Kecil buang air besar 3 kali sehari dengan warna kekuningan.

• Ia buang air kecil 7 atau 8 kali sehari.

• Menyusu lebih sering, yaitu 2-3 jam sehari dengan total menyusu hingga 8 kali dalam sehari.



 

Cara Mencegah dan Mengatasi


Untuk mendorong produksi dan memperbanyak ASI, cobalah beberapa hal berikut ini:

• Berkonsultasi dengan ahli laktasi.

• Susui bayi Anda lebih sering. Menyusui Si Kecil lebih sering berarti menstimulasi tubuh Anda untuk memproduksi ASI lebih banyak. Pastikan untuk menyusui Si Kecil di kedua payudara Anda.

• Jika Anda sudah mencoba segala cara dan tetap memiliki produksi ASI yang sedikit, cobalah cek kadar tiroid Anda. Level tiroid yang rendah diketahui sebagai penyebab rendahnya produksi ASI.

• Stimulasi tubuh Anda untuk memproduksi ASI lebih banyak dengan memompa ASI di antara waktu menyusui.

• Pastikan Anda dan Si Kecil memiliki pelekatan yang baik.

• Jangan berikan Si Kecil makanan tambahan, kecuali jika memang disarankan oleh dokter karena alasan medis.

• Hindari menggunakan empeng. Sebaliknya, ajak Si Kecil mencari kenyamanan pada payudara Anda. Dengan Si Kecil mengisapnya, produksi ASI pun akan terstimulasi.

• Jika Anda ingin menggunakan produk penambah produksi ASI, konsultasikan dengan dokter atau ahli laktasi. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: ibu,   bayi,   menyusui,   masalah menyusui,   asi,   produksi asi sedikit








Cover Januari - Februari 2020