Mother&Baby Indonesia
Apa Penyebab Jumlah ASI yang Diproduksi Sedikit?

Apa Penyebab Jumlah ASI yang Diproduksi Sedikit?

Menyusui merupakan aktivitas yang sangat penting baik bagi ibu maupun bayinya. Dalam proses menyusui, terjadi hubungan yang erat dan dekat antara ibu dan anak. Nutrisi yang didapatkan Si Kecil juga lebih lengkap dan dapat membantunya tumbuh optimal.

 

Terlebih dari itu, Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO memberi pedoman global bahwa menyusui secara eksklusif dianjurkan sampai bayi berusia 6 bulan, dan aktivitas menyusui dilanjutkan sampai anak berusia 2 tahun. Namun, semuanya tidak segampang itu.



 

Kita sering mendengarkan keluhan seperti "ASI-ku sedikit sekali" atau "karena harus balik kerja kantor, akhirnya susah mencapai ASI eksklusif sampai enam bulan penuh". Sampai-sampai keluar mitos bahwa 7 dari 10 wanita sulit atau bahkan tidak dapat memberikan ASI sepenuhnya kepada Si Kecil. Namun beruntunglah kita karena semua itu adalah mitos yang tidak benar.

 

Untuk para Moms, Anda perlu mengetahui beberapa hal mengenai menyusui, berikut ini:

• Bayi yang mendapat ASI eksklusif tumbuh dengan tingkat kecerdasan sampai 30 persen lebih tinggi daripada bayi yang tidak mendapat ASI eksklusif.

• Selain mengandung lebih dari 100 zat makanan yang mudah dicerna, ASI mengandung zat kekebalan atau ‘antibodi’ sampai 17 kali lebih banyak daripada susu matang atau formula. Alhasil bayi ASI eksklusif jarang terkena penyakit atau virus.

• Penelitian WHO menyatakan bahwa bayi yang mendapat ASI eksklusif akan tumbuh dengan berat badan normal tanpa risiko obesitas.

• Menyusui juga mempunyai peran penting untuk mengembalikan postur tubuh, menurunkan risiko kanker payudara, dan sebagai KB alami.

 

Produksi ASI Lancar

Jika ASI yang dihasilkan sedikit, maka dapat menggangu tumbuh-kembang optimal

Lalu, bagaimana cara agar Moms dapat melaksanakan aktivitas menyusui dengan nyaman dan lancar? Sebenarnya, setiap ibu memiliki kans yang sama untuk mampu menyusui selama ia mau mencoba.

 



Hanya yang sering terjadi adalah kalahnya mental di awal perjuangan dan tumbuh persepsi bahwa produksi ASI-nya tidak memadai. Kunci utama agar ASI lancar adalah Moms harus rajin memberikan ASI sesering mungkin.

 

Di awal memang akan menguras tenaga, karena Si Kecil akan rajin minta ASI bisa sampai setiap 2 jam dalam sehari. Hal ini membuat sel-sel di payudara ibarat seperti ‘pekerja’ di pabrik, semakin sering dipekerjakan, semakin tinggi produktivitasnya.

 

Apabila aktivitas menyusui dilewatkan dan ‘mengendur’, bahkan sampai 4-6 jam, maka para pekerja akan berpikir bahwa mereka ‘diliburkan’ atau di ‘PHK’ dan ini yang mengakibatkan suplai ASI menurun secara permanen.

 

Agar dapat memberikan ASI eksklusif secara penuh, Mother&Baby Indonesia punya tips yang bisa Moms lakukan dan penting untuk mendukung hal tersebut.

1. Ingat bahwa ‘bayi harus diberi ASI kapan saja, terutama di bulan pertama’. Usahakan agar pemberian ASI dilakukan setiap 2 jam dan selama 24 jam sehari.

2. Perbanyak minum air, karena asal muasal ASI adalah dari cakupan air yang diminum.

3. Untuk Moms yang bekerja, 3 bulan cuti adalah masa penting. Selagi Si Kecil tidur, rajinlah memompa dan menabung ASI dalam kemasan. Penuhi lemari pendingin atau freezer dengan stok ASI.

4. Jangan lupa, selalu dekat dengan Si Kecil ya, Moms. Karena kedekatan ibu dengan bayinya secara psikologis akan meningkatkan produksi ASI.

5. Dukung dengan konsumsi jamu/herbal yang mengandung daun katuk serta biji klabet untuk meningkatkan produksi dan kelancaran aliran ASI.

 

Jadi, Moms sudah tahu kan apa saja yang diperlukan agar kebutuhan ASI Si Kecil terpenuhi? Jangan patah semangat dan nikmati masa menyusui agar semakin dekat dengan Si Kecil ya, Moms. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: panduan ibu baru,   asi,   lancar menyusui








Cover Maret 2020