Mother&Baby Indonesia
Cerdas Atur Keuangan saat Rupiah Melemah

Cerdas Atur Keuangan saat Rupiah Melemah

Nilai tukar dolar AS dalam beberapa bulan terakhir mengalami penguatan yang menyebabkan mata uang rupiah melemah. Kita tahu bahwa dolar AS merupakan salah satu mata uang yang punya pengaruh besar dalam perekonomian dunia saat ini. Ketergantungan para pelaku ekonomi, tidak hanya di Indonesia namun juga di dunia, terhadap dolar AS membuat apa pun yang terjadi pada mata uang ini akan berimbas terhadap dunia. Kondisi dolar AS yang sedang menguat dan menyebabkan rupiah melemah juga mengganggu tatanan ekonomi dan bisnis di Indonesia yang pada akhirnya berimbas pada terganggunya keuangannya keluarga kita. Moms.

 

Moms mungkin bertanya, kenapa ekonomi keluarga kita terganggu? Jawabannya, karena kebanyakan produk yang kita konsumsi berasal dari impor dan dibeli dengan mata uang dolar. Nah, ketika nilai tukar dolar menguat, pedagang akan memerlukan dana lebih besar untuk menukarkan rupiahnya dengan dolar.



 

Pemerintah pun telah melakukan sejumlah langkah dan kebijakan untuk menekan nilai dolar yang terus menguat belakangan ini. Selain pemerintah, Moms dan Dads juga bisa ikut berjaga dalam mengatur keuangan agar tidak terkena imbas negatif apabila rupiah semakin melemah dan jeblok. Dilansir dari www.zapfinance.co.id, berikut ini langkah-langkah yang perlu Anda lakukan, Moms dan Dads.

1. Perketat pengeluaran

Dalam kondisi seperti ini, pengeluaran akan semakin bertambah sementara pendapatan tetap, sehingga Moms dan Dads perlu mengurangi pengeluaran. Hilangkan pengeluaran yang tidak perlu dan batasi pengeluaran yang perlu. Misalnya, mengurangi pemakaian listrik yang boros, menghemat uang belanja, dan mengurangi biaya makan di luar.

2. Tahan diri belanja barang impor

Dengan pelemahan rupiah, otomatis harga barang dari negara lain ikut naik. Sebab, perdagangan antar negara kebanyakan menggunakan mata uang dolar AS. Sejumlah barang yang harganya cenderung naik saat rupiah melemah adalah laptop, handphone pakaian impor, dan suku cadang impor. Jika Moms dan Dads berencana untuk membeli barang-barang tersebut dalam waktu dekat, maka sebaiknya tahan dulu dan bisa membelinya saat harganya kembali murah.



3. Tunda rencana liburan ke luar negeri

Rupiah yang melemah membuat dana Anda bernilai lebih rendah saat ditukar ke mata uang asing. Hal itu bisa membuat biaya perjalanan dan akomodasi Anda untuk liburan ke luar negeri akan membengkak. Karena itu, sebaiknya tunda dulu rencana liburan ke luar negeri. Sebagai gantinya, Moms dan Dads bisa ajak keluarga liburan di dalam negeri yang tak kalah indahnya dengan luar negeri.

4. Lunasi utang konsumtif

Lunasi segera utang konsumtif Anda terutama yang mempunyai bunga tinggi seperti kartu kredit. Karena utang tersebut akan menggerogoti keuangan keluarga. Atau jika bisa, alihkan utang anda yang berbunga tinggi ke utang yang tidak berbunga atau lebih kecil, tentunya dengan perhitungan yang matang, sehingga biaya pengeluaran membayar cicilan utang dan bunganya dapat ditekan sekecil mungkin.

5. Melepas aset jika mengalami kesulitan keuangan

Jika kita berada di posisi yang kurang baik dari sisi keuangan dan jika diteruskan akan membuat semakin parah, maka jalan terakhir yang harus diambil adalah menjual aset yang ada. Usahakan aset yang dijual adalah aset yang memang tak produktif.

6. Tetap Menabung
Dalam kondisi apa pun, jadikan menabung sebagai kebiasaan. Potong 10-15 persen dari gaji Anda dan masukkan ke dalam rekening khusus tabungan. Jangan diotak-atik. Untuk keperluan belanja, gunakan sisanya. Jangan dibalik, belanja dulu baru sisanya ditabung. Karena tidak akan pernah ada yang tersisa. Jika sudah biasa dipotong untuk ditabung di depan, maka konsumsi Anda otomatis akan berkurang sehingga Anda dapat mengontrol keuangan lebih sehat. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: keuangan,   keluarga








Cover Januari - Februari 2020