Mother&Baby Indonesia
Moms, Ini Penyakit yang Bisa Dialami Anak di Sekolah

Moms, Ini Penyakit yang Bisa Dialami Anak di Sekolah

Menurut Debra Best, M.D., asisten profesor kedokteran anak dari Duke University Medical Center, North Carolina, AS, ada berbagai macam virus, bakteri, ataupun kuman yang siap menyerang Si Kecil selama di sekolah. Berikut ini daftar 5 penyakit yang paling banyak menulari anak-anak saat ia berada di sekolah.

 

1. Impetigo

Impetigo merupakan infeksi pada kulit berupa lepuhan-lepuhan kecil berisi nanah. Penyakit ini paling sering menyerang anak yang kebersihannya kurang terjaga dan bisa menginfeksi seluruh bagian tubuh, namun paling banyak ditemukan pada tungkai, wajah, serta lengan. Impetigo biasanya juga muncul setelah terjadinya infeksi saluran pernapasan atas, seperti flu atau infeksi lainnya.



Penularan: Impetigo menular melalui kontak langsung dengan orang yang terinfeksi dan penggunaan barang yang sama, seperti handuk dan mainan.

Pencegahan: Untuk menghindari Si Kecil dari serangan impetigo, ajarkan ia untuk selalu mencuci tangan sehabis bermain bersama teman-temannya di sekolah. Jika Si Kecil memiliki luka, tutup dengan perban atau plester guna menjaga kebersihannya.

 

2. Radang Tenggorokan

Radang tenggorokan terjadi karena adanya infeksi yang disebabkan bakteri streptococcus pada tenggorokan dan amandel. Radang ini menyerang secara tiba-tiba dan menyebabkan rasa sakit yang sangat parah di tenggorokan. Biasanya juga disertai dengan demam, tetapi tanpa batuk dan hidung tersumbat. Jika tidak dirawat dengan tepat, radang tenggorokan bisa menyebabkan komplikasi, seperti peradangan ginjal dan demam rematik.

Penularan: Penyakit ini menular melalui kontak dengan penderita dan bisa juga lewat gagang pintu atau peralatan lain yang disentuh oleh Si Kecil. Itulah sebabnya, saat seorang anak terkena radang tenggorokan, ia sebaiknya tidak masuk sekolah hingga terhitung telah mengonsumsi antibiotik selama 24 jam.

Pencegahan: Biasakan Si Kecil untuk tidak makan dan minum dalam 1 wadah yang sama dengan orang lain. Jika sudah terlanjur tertular, berikan ia sikat gigi baru setelah 24 jam minum antibiotik untuk mencegah infeksi berulang.

 

3. Cacar Air

Gejala awal cacar air ditandai dengan dengan demam dan atau sakit tenggorokan. Setelah itu, akan muncul bintik-bintik yang menyerupai jerawat kecil atau gigitan serangga. Bintik-bintik ini umumnya terlihat pertama kali di sekitar perut Si Kecil atau bagian punggungnya. Cacar air disebabkan oleh infeksi virus Varicella zoster.

Penularan: Penyakit cacar air dapat menular sangat cepat melalui udara saat penderita menghembuskan napas, bersin, atau batuk. Kontak tidak langsung, seperti penggunaan mainan, handuk, dan sapu tangan juga dapat menularkan cacar. Saat virus menyerang, penderita cacar air akan merasa lemas, lesu, dan lelah karena sistem kekebalan tubuhnya menurun.



Pencegahan: Berikan vaksin varicella saat Si Kecil berusia 12-18 bulan dan diulang pada usia 4-6 tahun. Namun, setelah divaksin, ia masih tetap bisa terserang cacar air, tetapi dampak yang ditimbulkan tidak parah dan proses penyembuhannya lebih cepat.

 

4. Meningitis

Penyakit ini ditandai dengan timbulnya demam, sakit kepala, leher kaku, muntah, dan penderita tampak kebingungan. Meningitis dapat disebabkan oleh virus dan bakteri. Namun, kebanyakan orang menderita meningitis karena terinfeksi virus dan lebih mudah disembuhkan, dibandingkan meningitis karena bakteri yang bisa menyebabkan kematian. Satu-satunya cara untuk membedakan penyakit meningitis adalah dengan melakukan tes cairan tulang belakang. Karenanya, segera hubungi dokter jika Anda melihat gejala meningitis pada Si Kecil.

Penularan: Meningitis dapat menular dengan sangat cepat melalui cairan lendir dari hidung dan kontaminasi feses penderita.

Pencegahan: Untuk mencegah Si Kecil terserang meningitis, berikan ia vaksin HiB (Haemopylus Influenza type B). Selain itu, ajarkan Si Kecil untuk mencuci tangan, terutama setelah menggunakan toilet di mana pun, termasuk di sekolahnya.

 

5. Flu Singapura (Penyakit Mulut, Tangan, dan Kaki)

Flu singapura sangat menular dan terjadi sepanjang tahun, terutama saat musim panas. Penyakit ini ditandai dengan demam tidak tinggi selama 2-3 hari disertai sakit leher, kehilangan nafsu makan, flu, dan ruam di bagian mulut, tangan, kaki, serta bokong. Setelah itu, akan muncul ruam dan semacam sariawan di mulut sebanyak 3-10 buah sehingga penderita mengalami kesulitan menelan.

Penularan: Penyakit ini menular melalui kontak langsung dan tidak langsung. Kontak langsung terjadi melalui air liur, feses, dan cairan yang pecah, sementara kontak tidak langsung terjadi melalui benda-benda yang dipegang penderita.

Pencegahan: Menjaga kebersihan tubuh Si Kecil adalah cara terbaik untuk menghindari serangan flu singapura ini. Selain itu, Anda juga perlu memerhatikan kehigienisan barang-barang yang digunakan oleh Si Kecil.

(M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   impetigo,   radang tenggorokan,   cacar air,   meningitis,   flu singapura








Cover Januari - Februari 2020