Mother&Baby Indonesia
Menyiapkan Balita Menjadi Kakak

Menyiapkan Balita Menjadi Kakak

Apakah Anda sedang bersiap-siap menyambut kelahiran anggota baru di dalam keluarga? Jangan lupa 'siapkan' juga sang kakak untuk menghadapi kehadiran calon adiknya. Hal ini sangat penting dilakukan Moms, karena tidak semua anak balita senang menjadi seorang kakak. Di antara mereka ada yang menolak perannya sebagai kakak. Alasannya bisa bermacam-macam. Misalnya, dia merasa adiknya sebagai saingan.

 

Kehadiran si adik akan 'memaksa'-nya untuk berbagi berbagai hal dengan adiknya, termasuk perhatian dan kasih sayang Moms dan Dads. Namun, ada juga anak-anak yang senang dengan peran barunya sebagai kakak. Anak-anak ini biasanya menganggap adiknya sebagai teman baru yang bisa diajak bermain.



 

Anak yang sudah dapat menerima kehadiran adiknya biasanya adalah balita yang sudah berumur di atas 2 tahun. Menjelang umur 5 tahun, sikap keakuan atau ego anak sudah mulai berkurang, sehingga kecemburuannya terhadap kehadiran sang adik juga sudah menurun.

 

Sikap cemburu kakak terhadap adik dapat dikurangi dan diantisipasi. Berikut adalah langkah-langkah persiapan yang perlu Anda lakukan, Moms.

• Pilih waktu yang tepat untuk memberitahu Si Kecil mengenai kehamilan Anda. Sebaiknya, beritahu ia saat perut Anda sudah mulai membesar. Lalu jelaskan dengan sederhana kalau di dalam perut Anda ada bayi yang sebentar lagi akan menjadi adiknya.



• Kenalkan balita sejak adiknya masih dalam kandungan. Moms bisa mengajak Si Kecil untuk mengelus-elus perut Anda dan berkomunikasi dengan calon adiknya di dalam perut untuk menumbuhkan rasa sayang.

• Ajari ia cara berinteraksi dengan bayi, misalnya dengan melakukan kunjungan ke rumah saudara yang memiliki bayi.

• Biasakan memanggil Si Kecil dengan sebutan Kakak.

• Libatkan Si Kecil dalam setiap persiapan Anda dalam menyambut si calon adik.

• Ajak Si Kecil bermain peran 'sedang menjaga adik'.

• Setelah adiknya lahir, Anda dapat meneruskan kebiasaan untuk melibatkan kakak dalam berbagai urusan seputar perawatan adiknya, misalnya dengan menjadikan kakak sebagai sosok 'pahlawan' bagi adiknya saat membantu Anda mengambilkan baju bayi atau popok bersih saat adiknya mengompol.

Hal ini, tidak hanya akan mengurangi rasa cemburu kakak kepada adiknya dan menumbuhkan rasa sayang kakak terhadap adiknya, tapi bukan tidak mungkin akan menjadikan kakak sebagai pelindung dan penolong bagi adiknya kelak. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   menjadi kakak










Cover Mei-Juni-Juli 2020