Mother&Baby Indonesia
Moms, Ketahui Perkembangan Otak Anak sejak 0-18 Bulan

Moms, Ketahui Perkembangan Otak Anak sejak 0-18 Bulan

Tahukah Moms, otak anak sudah terbentuk sejak masih dalam kandungan? Saat lahir berat otak bayi hanya 400 gram dan belum berkembang sempurna. Dan saat usia 3 tahun, berat otak Si Kecil mencapai 1.100 gram. "Masa penentu tumbuh kembang otak anak terjadi sejak dalam kandungan hingga usia 3 tahun. Karena itu, otak perlu diberi nutrisi yang cukup dan stimulasi yang baik," kata dr. Ahmad Suryawan, Sp.A(K), dokter tumbuh kembang anak dari RS Dr. Soetomo, Surabaya. Bagaimana nutrisi dan stimulasi yang tepat itu? Mother&Baby Indonesia menguraikannya untuk Anda, Moms.

 

Sepanjang tahun pertama, otak anak berkembang secara cepat dan menakjubkan. Area otak khusus untuk fungsi penglihatan berkembang pesat. Pada awalnya, bayi hanya melihat bayangan kabur, secara bertahap ia mampu melihat secara jelas dengan kedua matanya.



 

Otak kecil atau serebelum akan berkembang 3 kali lipat, sehingga anak akan menunjukkan perkembangan pada motoriknya. Saat usianya 3 bulan, sistem limbik yang berfungsi untuk mengontrol emosi dan memori juga berkembang. Karenanya, bayi mampu mengenal dan menyimpan memori dengan cukup baik.

 

Dan saat masuk usia 1 tahun, sirkuit otak bagian samping dan depan sudah mulai terhubung. Maka, apa pun hal-hal yang didengar Si Kecil dari sekitarnya, dapat dijadikan fondasi untuk kemampuan berbicaranya. Lalu sebenarnya, seperti apa perkembangan otak anak dari usia 0-18 bulan? Berikut selengkapnya, Moms:

 

0-6 Bulan

Di usia ini, anak belajar untuk mengenal wajah suara, dan bau tubuh orang lain. Ia pun dapat merespons senyuman dan sentuhan orang lain dengan perasaan senang. Bantu Si Kecil mencapai kemampuannya dengan sering menyentuh dan memeluknya.

Lakukan sentuhan langsung dengannya saat berbicara dan menyanyikan lagu untuknya. Ia juga akan menggunakan suara, gerakan tubuh, dan ekspresi wajah untuk memberitahu hal yang dirasakannya seperti lapar atau senang.

Untuk itu, Anda perlu mengenali setiap sinyal yang diberikan. Ketika ia senang dan antusias, ajak ia bermain. Dan ketika Si Kecil menangis atau rewel, jangan memaksanya atau gendong saja untuk menenangkannya.



 

6-12 Bulan

Si Kecil mulai mencoba mencari tahu ke arah mana mainannya bergerak dan memainkan sebuah benda dengan meniru cara Anda memainkannya. Berikan kesempatan kepada Si Kecil untuk mengeksplorasi berbagai benda yang menarik perhatiannya.

Kegiatan tersebut akan membuat Si Kecil mengetahui cara kerja sebuah mainan, serta dapat meningkatkan koordinasi otot-otot tangan yang membantunya untuk belajar menulis nantinya. Anak mulai mengetahui sesuatu masih ada meskipun tidak bisa melihatnya, misalnya saat Anda akan pergi, ia akan menangis.

 

12-18 Bulan

Pada usia ini, Anda akan menyaksikan perubahan drastis pada kemampuan Si Kecil. Sirkuit otak untuk fungsi bicara dan bahasa berkembang cepat. Si Kecil sudah mulai lancar berjalan sendiri atau sambil berpegangan, naik tangga dengan merangkak, melempar bola, serta membalikkan halaman buku.

Kembangkan kemampuannya dengan memberikan bantuan seperlunya saja, saat ia ingin melakukan hal-hal tersebut. Ia menjadi suka sekali meniru, seperti meniru tingkah laku orang ketika menelepon, mengaduk gelas, dan lain-lain. Anda perlu mendukung Si Kecil dengan memberikan mainan yang sesuai usianya.

Pada usia ini, Si Kecil sudah mulai lancar berjalan sendiri sambil berpegangan, naik tangga dengan merangkak, melempar bola, serta membalikkan halaman buku. Kembangkan kemampuannya dengan memberikan bantuan seperlunya saja saat ia ingin melakukan hal tersebut. Ia juga menjadi suka sekali meniru. Moms perlu mendukung Si Kecil dengan memberikan mainan yang sesuai dengan usianya. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   otak,   perkembangan otak