Mother&Baby Indonesia
Moms, Yuk Kenali Bahasa Wajah Bayi

Moms, Yuk Kenali Bahasa Wajah Bayi

Satu hal yang paling membuat Moms frustrasi adalah tidak paham keinginan dan kebutuhan bayi. Apakah ia menangis karena popoknya basah ataukah lapar? Moms, bayi berbicara lewat senyuman, menirukan orang tuanya, mengusap mata, dan menangis. Namun terkadang 'bahasa' itu samar. Lalu, bagaimana Anda bisa mengenali isyarat yang diberikan Si Kecil?

 

Ternyata, bayi sudah berkomunikasi jauh sebelum mereka dapat mengucapkan kata pertama. Demikian diungkapkan Linda Acredolo, Ph.D., professor emeritus psychology dari University of California, AS, sekaligus penulis Baby Signs. “Sejak dilahirkan, bayi sudah memiliki kemampuan untuk mengekspresikan beberapa emosi, termasuk rasa sakit dan rasa puas,” ungkap Linda.



 

Saat Anda dapat membaca isyarat mereka dan meresponsnya, bayi akan merasa aman dan bonding Anda berdua pun semakin kuat. Hanya saja, hal tersebut tidaklah mudah. Tidak semua bayi mengirimkan sinyal yang tepat, bahkan kadang butuh waktu berbulan-bulan sebelum Anda memahami dengan tepat keinginan buah hati.

 

Untuk memulai pemahaman Anda tentang isyarat Si Kecil, ada beberapa hal yang harus Anda ketahui, salah satunya adalah dengan mengenali dan memahami bahasa wajah bayi.

 

Dibandingkan dengan tangisan, ekspresi wajah mudah terlewatkan oleh Anda. Padahal menurut Dr. Linda, jika memerhatikan dengan seksama, Anda akan dapat menangkap sinyal lewat ekspresi wajah bayi. Ini beberapa contoh ekspresi wajah Si Kecil yang sebaiknya Anda kenali.

 

1. Enggan Menatap

Sekitar usia 2 bulan, jika merasa lelah atau terlalu banyak diberi stimulasi, biasanya Si Kecil akan memalingkan wajah atau enggan melakukan kontak mata. Kadang ia juga mengalihkan pandangan dan mulai bermain dengan jari tangan atau kaki hingga akhirnya menangis.

Yang perlu Moms lakukan: Jangan berlebihan saat berinteraksi dengan bayi. Bahkan ketika Si Kecil telah membuang muka, Anda mungkin terus berbicara atau memaksa untuk mendapatkan perhatian. Hormati kebutuhannya untuk berhenti sejenak.

 

2. Tersenyum

Bayi mulai tersenyum ketika berusia 6-8 minggu. Pada usia ini, senyum adalah sinyal kepuasan, misalnya karena diselimuti handuk hangat setelah mandi.

Yang perlu Moms lakukan: Berikan reaksi yang positif ketika ia memberi senyum pertamanya, misalnya dengan tertawa dan tersenyum kembali padanya.



 

3. Meniru

Pada usia 3-6 bulan, sebagian besar bayi akan belajar meniru ekspresi wajah, seperti takut, terkejut, dan sedih. Dan pada bulan ke-9, bayi akan memerhatikan situasi baru (misalnya dari penampilan orang asing) dan kemudian membandingkan dengan wajah ibunya. Jika bayi melihat orang tuanya juga tertekan, kecemasan mereka pun akan meningkat, dan itu akan membuatnya menangis.

Yang perlu Moms lakukan: Ingat, jika Anda tertekan, bayi turut merasaka itu. Jadi jika Anda sedang stres, ambil napas dalam-dalam dan lemaskan otot-otot wajah sampai ketegangan itu reda. Lalu berikan sentuhan halus, pelukan, dan tepukan kepada Si Kecil untuk memberitahunya bahwa segalanya akan baik-baik saja.

 

Tangisan Bayi

Menangis adalah cara tercepat bayi untuk memberi tahu bahwa ia lelah, lapar, sakit, atau sekadar rewel. Meskipun sulit membedakan, tangisan bayi itu berbeda-beda. Variasi tangisan akan terdengar setelah bayi berusia sekitar 1 bulan. Berikut beberapa variasi utama dari tangisan bayi:

 

1. Tangis Lapar

Bayi akan menangis dengan singkat dan bernada rendah saat lapar. Jika Anda tidak merespons dengan cepat, tangisan itu akan lebih keras dan intens.

Yang perlu Moms lakukan: Berikan respons secepat mungkin, terutama di bulan-bulan awal kelahirannya. Dengan demikian bayi akan belajar bahwa Anda selalu ada untuk memenuhi kebutuhannya.

 

2. Tangis Kesakitan

Tangisan kesakitan datang tiba-tiba. Dua kali lebih lama daripada tangis lapar, terus-menerus, serta tidak terkontrol.

Yang perlu Moms lakukan: Tenangkan bayi Anda. Periksa apakah popoknya basah atau kotor. Bisa juga ia merasa kedinginan atau kepanasan. Periksa juga bayi Anda dari kepala hingga kaki, kadang bagian dari baju atau pinggiran popok menyakiti kulitnya. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   bayi,   bahasa wajah








Related Article