Mother&Baby Indonesia
Pertolongan Pertama saat Bayi Terluka

Pertolongan Pertama saat Bayi Terluka

Setiap bayi umumnya senang bergerak, terlebih ketika mereka mulai bisa menggerakkan tubuhnya lebih lepas. Tangan mereka sudah bisa menggenggam benda apa saja, dan tak jarang memasukkannya ke dalam mulut.

 

“Keingintahuan bayi sangat besar, ia akan berguling, memanjat, dan memakan apa saja untuk memenuhi rasa penasarannya. Karenanya, ia rentan mengalami kecelakaan jika Anda tidak mengawasinya dengan baik,” ujar Dr. Mark Melrose.



 

Saat Si Kecil mengalami situasi yang membuatnya terluka, Anda pun harus dengan sigap mengatasi kondisi tesebut. Simak beberapa kasus serta penanganan yang bisa dilakukan saat situasi darurat terjadi pada bayi Anda dari Mother&Baby Indonesia berikut ini:

 

Berguling dari Changing Table

Ketika Anda hendak memakaikan Si Kecil baju di changing table, tak jarang ia akan berguling hingga jatuh ke lantai. Hal ini tentu membahayakan, terlebih jika ketinggian meja dan lantai cukup jauh.

Jika hal ini terjadi, segera gendong bayi, tenangkan, dan cek apakah tubuhnya terluka. Kebanyakan kasus ini memang hanya meninggalkan memar yang tidak terlalu parah. Tetapi, bisa saja ada indikasi Si Kecil mengalami luka dalam, seperti patah tulang, gegar otak, dan pendarahan otak.

“Meskipun semua tampak baik-baik saja, bayi yang jatuh dari tempat cukup tinggi sebaiknya segera di bawa ke dokter untuk pemeriksaan lebih intensif,” ujar Ron San Juan, M.D., direktur unit gawat darurat anak di Mercy Medical Center, Baltimore, AS.

 

Digigit Hewan

Sebagian dari Anda mungkin memiliki hewan peliharaan di rumah. Jika tidak ada pengawasan, bisa saja hewan tersebut tidak sengaja menggigit bayi Anda hingga berdarah. Untuk mengatasinya, cuci luka dengan sabun dan bilas dengan air mengalir.

Kemudian, telepon dokter untuk mengonsultasikan kondisi Si Kecil. “Jika lukanya cukup dalam atau terjadi di tangan dan kaki sehingga sulit untuk dibersihkan dengan baik, mungkin membutuhkan antibiotik,” jelas Dr. Ron.

Gigitan hewan sendiri berisiko tinggi akan infeksi karena mulutnya mengandung banyak bakteri. Jika memungkinkan, sebaiknya bawa hewan peliharaan ke dokter hewan untuk mengecek kebutuhan vaksin hewan tersebut.

 



Menelan Cairan Berbahaya

Ada saat ketika Si Kecil tidak sadar telah menelan cairan berbahaya, seperti sampo atau pembersih kamar mandi. Jika ini terjadi, Anda bisa menghubungi Sentra Informasi Keracunan (Siker) Nasional di telepon 1500533 dan 081219999533 dan jelaskan situasinya kepada petugas.

Sebaiknya, jangan berikan minuman atau makanan apa pun sampai Anda berhasil menghubungi ahli, karena dapat memperparah keracunan. “Jangan pula memaksa bayi untuk muntah karena bisa mengakibatkan kerusakan pada saluran pencernaannya,” ujar Dr. Mark.

 

Jatuh dengan Melukai Mulut

Ketika Si Kecil sudah mulai aktif bergerak, tak jarang mereka akan terluka. Namun, luka ini bisa menjadi berbahaya, terlebih ketika melukai bagian mulutnya. Untuk pertolongan pertama, bersihkan mulut Si Kecil dan bersihkan pendarahannya dengan menekan kain bersih atau kain kasa ke area luka.

“Rasa dingin akan membantu meringankan luka dan pendarahan pada mulut bayi,” jelas Dr. Ron. Namun menurut Cheryl Wu, M.D., darah yang mengalir ke area luka akan memberikan nutrisi, oksigen, dan kebaikan lainnya untuk mempercepat penyembuhan.

Segera bawa Si Kecil ke rumah sakit jika pendarahan tidak berhenti selama 20 menit, karena hal ini mengindikasikan ada luka cukup dalam.

 

Tersedak Makanan

Jika bayi tersedak makanan, posisikan bayi menghadap ke bawah dan letakkan ia di bawah lengan atau pangkuan Anda. Pegang rahangnya dengan salah satu tangan dan posisikan kepala lebih rendah dari dadanya. Tepuk area di antara tulang bahunya sebanyak 5 kali dengan tangan Anda yang lain.

Jika bayi masih kesulitan bernapas, balikkan tubuhnya, tempatkan telunjuk dan jari tengah Anda di tengah dadanya, lalu tekan sebanyak 5 kali dengan kedalaman sekitar 1,5 inci. Ulangi menepuk area bahu dan menekan dada bayi, hingga benda yang membuatnya tersedak keluar.

Pastikan bahwa Si Kecil batuk, menangis, dan bernapas kembali setelahnya. Jika bayi kehilangan kesadaran, berikan napas buatan. Saat Anda membuka jalan napasnya dan melihat benda yang membuatnya tersedak, keluarkan dengan tangan. Keluarkan hanya jika Anda dapat melihat benda tersebut, jadi jangan memaksa untuk mencarinya.

Dengan pertolongan pertama di atas, Anda bisa meminimalisir kemungkinan Si Kecil terluka semakin parah. Tetap tenang dan sabar agar bayi juga tidak panik, sehingga ia tidak mudah rewel. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   anak,   pertolongan pertama pada bayi








Cover Januari - Februari 2020