Mother&Baby Indonesia
Begini Cara Mengejan yang Tepat saat Melahirkan

Begini Cara Mengejan yang Tepat saat Melahirkan

Mengejan adalah tahapan saat pembukaan atau dilatasi mulut rahim mencapai puncaknya, yaitu 10 cm. Pada saat itu, secara insting Anda akan merasakan dorongan kuat untuk mengejan, yakni mendorong bayi keluar.

 

Tenaga Anda saat mengejan, jika digunakan bersamaan dengan datangnya kontraksi atau pengerutan otot-otot rahim, bisa membentuk kerja sama yang baik untuk mendorong bayi meluncur keluar dari jalan lahir. Proses mengejan memang tidak mudah dan perlu dipelajari dengan baik. Berikut ini teknik mengejan yang benar dan efektif, dikutip dari buku What to Expect When You're Expecting dan situs Babycenter.



 

Waktu yang Tepat

Mengejanlah setelah pembukaan lengkap, yaitu pembukaan 10, saat kepala bayi sudah turun sampai ke dasar panggul dan kontraksi mencapai puncaknya. Tanda yang Anda rasakan antara lain, terbukanya anus saat kontraksi dan timbul 'panggilan' untuk mengejan, seperti buang air besar. Bila Anda tidak bisa merasakan kontraksi atau tidak bisa merasakan 'panggilan' mengejan, misalnya karena pengaruh obat analgesik (penghilang nyeri atau epidural), maka ikuti aba-aba mengejan dari dokter atau bidan.

 

Posisi Nyaman

Posisi yang umum dipilih saat mengejan adalah berbaring dengan lutut ditekuk dan kedua kaki terbuka atau memeluk paha dan menarik paha ke arah dada. Posisi ini memberikan keleluasaan untuk mengejan. Posisi lain pun bisa digunakan, seperti berbaring miring ke sisi kiri atau kanan, atau jongkok. Semua posisi tersebut bertujuan agar jalan lahir lebih terbuka.

 

Cara yang Benar

Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui mengenai cara mengejan yang benar:

1. Buka mata



Mengejan dengan menutup mata bisa meningkatkan tekanan pada mata. Hal ini karena mengejan membutuhkan tenaga yang sangat kuat dan koordinasi seluruh otot tubuh, termasuk mata. Maka sebaiknya jagalah mata Anda tetap terbuka saat mengejan. Tekanan otot yang terlalu kuat berisiko menyebabkan pecahnya pembuluh darah di mata. Akibatnya, mata akan berubah merah sampai beberapa hari setelah melahirkan.

2. Jangan berteriak

Anggapan bahwa berteriak bisa membantu melegakan perasaan dan mengurangi rasa sakit tak selamanya benar. Berteriak justru membuat Anda lebih cepat lelah dan kehabisan tenaga untuk mengejan. Hal ini tentu membuat proses persalinan bisa jadi lebih lama dan mungkin menyakitkan. Jangan buang-buang tenaga yang tak perlu, entah dengan mengeluh atau berteriak-teriak, mengingat Anda harus mengejan berkali-kali. Teriak-teriak justru akan menyebabkan Anda semakin panik dan tegang.

3. Bernapaslah secara teratur

Menarik napas dengan baik dan benar dapat mengurangi rasa sakit dan menjadi sumber tenaga saat mengejan. Biasanya dokter atau bidan akan memandu Anda untuk mengatur napas. Pelajari teknik bernapas di kelas senam hamil atau kelas persiapan persalinan. Jika sakit tak tertahankan saat kontraksi, lemaskan otot agar relaks, tarik napas panjang, dan hembuskan perlahan.

4. Buka mulut

Bukalah mulut sesering dan semampu Anda. Hal ini harus dilakukan untuk menambah asupan oksigen sehingga napas bisa lebih panjang.

5. Jangan angkat bokong

Ketika melahirkan, sebaiknya jangan mengangkat bokong Anda. Hal ini bisa menyebabkan robekan perineum (daerah antara anus dan vagina) menjadi lebih lebar, sehingga Anda akan memerlukan lebih banyak jahitan. Lemaskan panggul Anda saat mengejan.

6. Menahan mengejan

Saat persalinan, beberapa ibu menahan mengejan karena khawatir feses (kotoran) ikut keluar dari anus. Agar tak terjadi, kosongkan usus 24 jam sebelum persalinan, baik secara alamiah atau anema. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: melahirkan,   persalinan,   mengejan








Cover Maret 2020