Mother&Baby Indonesia
Perkembangan Janin di Kehamilan 9 Bulan

Perkembangan Janin di Kehamilan 9 Bulan

Selamat Moms, Usia kehamilan Anda sekarang sudah 9 bulan. Itu artinya, kelahiran buah hati tercinta tinggal menunggu waktunya. Memasuki masa akhir trimester ke-3 ini, bisa jadi hari-hari Anda terasa menegangkan karena persalinan bisa terjadi sewaktu-waktu. Untuk membantu mengurangi kecemasan dan ketegangan, Moms sebaiknya disiplin memeriksakan kandungan seminggu sekali, tunda dulu untuk bepergian jauh guna mencegah melahirkan di tengah perjalanan.

 

Pada bulan ini, Moms juga disarankan untuk sering berjalan kaki. Manfaatnya antara lain, memacu kerja jantung sehingga aliran darah ke janin lebih baik, memperkuat otot-otot, dan meningkatkan kebugaran. Pastikan Moms melakukan teknik jalan kaki yang benar, karena perut yang membesar menyebabkan pergeseran titik berat tubuh. Tambahan beban di daerah pinggang juga membuat Anda mudah terkena nyeri pinggang. Namun, Anda sebaiknya stop dan segera ke dokter jika terjadi perdarahan, keluar cairan ketuban, pusing atau merasa mau pingsan, pandangan kabur, jantung berdebar-debar, dan terjadi kontraksi.



 

Pada bulan ini juga, Moms sebaiknya sudah menentukan siapa pendamping persalinan Anda. Idealnya, pendamping persalinan adalah suami. Namun bila ia berhalangan, Moms bisa meminta bantuan pada ibu kandung, ibu mertua, saudara perempuan, atau sahabat perempuan Anda. Pastikan juga mereka siap mental dan sehat untuk menerima tugas tersebut. Jika Moms sudah memilih orangnya, libatkan ia dalam persiapan persalinan Anda.

 

Yang perlu Anda ketahui juga, hanya sekitar 5 persen bayi yang lahir tepat pada tanggal perkiraan kelahirannya. Karena itu, Moms sebaiknya tetap tenang bila bayi Anda tak kunjung lahir atau mungkin lahir dengan waktu lebih cepat dari tanggal perkiraan, karena pada masa ini janin sudah matang dan siap untuk dilahirkan kapan saja.

 

Bagaimana dengan perkembangan janin di usia kehamilan 9 bulan ini? Berikut penjelasannya, Moms.

 

 

Perkembangan Janin di Kehamilan Minggu ke-37

 

• Janin saat ini berukuran panjang sekitar 48 cm dari kepala sampai tumit dan berat mencapai 2,8 kg.

• Perkembangan koordinasi janin sudah cukup baik, ia mampu menggenggam jari-jemarinya.

• Janin memproduksi surfactant, zat penting untuk perkembangan paru-paru, karena perkembangan paru-parunya mendekati sempurna.

• Hati dan ginjalnya sudah mulai bekerja dan berfungsi seperti seharusnya.

• Kulitnya berubah menjadi merah muda, akibat letak pembuluh darah sangat dekat dengan permukaan kulit.

• Kulitnya sudah semakin halus dan gusinya mulai mengeras dan kaku.

• Janin sudah mulai memiliki antibodi yang dibentuk dalam tubuhnya yang tersalur melalui tali pusatnya.

• Umumnya, janin telah ditumbuhi rambut di kepalanya sepanjang 3-4 cm, meskipun ada juga janin yang sedikit rambutnya atau masih botak. Kondisi ini dipengaruhi oleh hormon ibu selama hamil.

 

 

Perkembangan Janin di Kehamilan Minggu ke-38

 

• Janin saat ini memiliki berat sekitar 3 kg. Berat badannya masih akan terus bertambah, meskipun pertumbuhan badannya melambat.

• Karena janin telah memiliki otot untuk mengisap dan menelan cairan ketuban, kotoran sudah mulai terakumulasi di ususnya. Nantinya, semua kotoran akan dikeluarkan oleh janin melalui kotoran pertamanya saat ia lahir, yang disebut dengan mekonium.



• Organ dalam seperti otak dan paru-paru janin sudah hampir berkembang dengan sepenuhnya.

• Tangan, kaki, betis, leher, dan pinggang terlihat gemuk dengan lipatan-lipatan lemak. Produksi lemak memang meningkat untuk menjaga suhu tubuh setelah ia dilahirkan dan untuk sumber tenaga saat ia keluar dari rahim Anda.

• Wajahnya semakin ekspresif.

• Janin lebih sering terjaga daripada tertidur.

• Meskipun ruang geraknya semakin sempit, ia tetap melakukan aksi menendang dan berputar.

 

 

Perkembangan Janin di Kehamilan Minggu ke-39

 

• Janin saat ini berukuran panjang sekitar 50 cm dari kepala sampai tumit dan berat kira-kira 3,5 kg. Ada sebagian bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari ukuran tersebut. Namun berat badan 2,5-3,8 kg dianggap sebagai ukuran yang dikategorikan normal.

• Semua organ sudah berkembang dan bekerja dengan baik. Tetapi, paru-paru umumnya merupakan satu-satunya organ yang mencapai puncak kematangan paling akhir. Bahkan pada saat bayi sudah dilahirkan, butuh sekitar 6 jam agar paru-parunya bisa memompa dan membuatnya bernapas dengan normal. Namun Moms tidak perlu khawatir, karena ini adalah kondisi yang wajar dialami sebagian besar bayi baru lahir.

• Janin menghasilkan zat putih yang disebut vernix caseosa yang selama ini melindungi kulitnya yang halus. Karena itu, cairan ketuban yang sebelumnya jernih, kini warnanya berubah menjadi lebih pucat seperti air susu.

• Tulang tengkorak janin belum benar-benar mengeras. Hal inilah yang akan memudahkannya keluar menuju jalan persalinan.

• Umumnya, posisi janin terlihat miring ke bawah dengan kepala menghadap ke panggul (anterior presentation) hingga ia lahir nanti, meskipun ada pula posisi janin yang menghadap ke bagian perut (cephalic posterior).

 

 

Perkembangan Janin di Kehamilan Minggu ke-40

 

• Pada saat ini, rata-rata janin berukuran sekitar 50 cm dan berat kira-kira mencapai 3,5 kg. Ini merupakan ukuran umum, Moms. Bayi Anda bisa jadi memiliki ukuran panjang tubuh dan berat badan lebih kecil atau lebih besar.

• Lingkar perut sedikit lebih besar daripada lingkar kepala.

• Janin berada dalam posisi siap lahir, dengan kepala sudah berada di bawah, bokong di atas (posisi normal).

• Tungkai tangan dan kaki mulai tertekuk karena terbatasnya ruang di dalam rahim.

• Janin sudah menguasai hampir semua keterampilan yang diperlukan saat ia lahir nanti.

 

(Susanto Wibowo/Dok. Freepik)



Tags: kehamilan,   janin,   perkembangan janin










Cover Mei-Juni-Juli 2020