Home - Kehamilan & Persalinan - Kehamilan / 10 Agustus 2018 / Redaksi

Ini yang Perlu Moms Tahu tentang Gerakan Janin

Selama kehamilan, salah satu momen yang Anda nantikan adalah merasakan gerakan dan tendangan janin di dalam rahim Anda. Moms tentu tidak sabar menanti tendangan pertama Si Kecil. Biasanya, Anda akan mulai merasakan tendangannya saat usia kandungan 16-22 minggu, walaupun sebenarnya ia sudah mulai bergerak di usia 7-8 minggu.

 

Moms yang sudah pernah mengandung sebelumnya juga bisa merasakan gerakan Si Kecil pada usia kandungan lebih awal. Gerakan Si Kecil ini terasa seperti ada udara yang bergerak di dalam perut atau tiba-tiba perut Anda terasa seperti tertusuk dari dalam.

 

Jumlah Gerakan Janin

Berdasarkan American College of Obstetricians and Gynecologists, biasanya ibu hamil merasakan gerakan janin setidaknya 10 kali dalam 2 jam. Umumnya, gerakan ini dirasakan dalam waktu singkat. Namun, Moms juga perlu tahu bahwa janin dalam kandungan pun perlu istirahat atau tidur, sehingga pada kondisi tersebut Anda mungkin tidak akan merasakan gerakan apa pun dari janin. Meskipun begitu, janin biasanya tidak tidur lebih dari 4 jam. Janin juga biasanya bergerak lebih aktif di malam hari. Aktivitas Si Kecil ini juga bisa menyebabkan Moms terbangun dari tidur.

 

Kuat atau Lemah

Kuat atau lemahnya gerakan janin tergantung dari bagian janin mana yang bergerak dan persepsi dari Anda, Moms. Misalnya, gerakan bayi memutar atau tendangan kaki janin pada kehamilan cukup bulan akan dirasakan sebagai gerakan yang kuat oleh ibu. Sebaliknya, gerakan tangan atau jari-jari akan Moms rasakan sebagai gerakan yang lemah, atau bahkan kurang terasa oleh Anda.

Kuat atau lemahnya gerakan janin tergantung dari kepekaan Moms dalam menilai gerakan janin, banyaknya cairan ketuban, atau tebalnya lemak. Air ketuban ikut berpengaruh dalam kuat lemahnya gerakan janin yang Moms rasakan. Jika air ketuban Anda sedikit, gerakan janin akan dirasakan lebih kuat. Sebaliknya, jika air ketuban banyak, Anda biasanya merasakan gerakan janin lebih jarang.

Ketebalan lemak tubuh Anda juga berpengaruh dalam merasakan gerakan janin. Ibu hamil yang memiliki postur tubuh kurus biasanya lebih sensitif merasakan gerakan janin dibandingkan ibu hamil dengan postur tubuh lebih berisi.

Yang perlu Moms perhatikan sebenarnya adalah bukan kuat atau lemahnya gerakan Si Kecil, melainkan seberapa sering ia melakukan gerakan.

 

Banyak Gerak = Anak Aktif?

Gerakan janin memang menunjukkan perkembangan yang baik dari sistem saraf pusat dan sistem otot tulang calon bayi selama di dalam kandungan. Gerakan janin dapat memprediksi aktivitas dan perilaku serta perkembangan mental dan motorik bayi setelah lahir. Meskipun begitu, gerakan janin selama dalam kandungan tidak bisa langsung diartikan bahwa fungsi organ-organ bayi saat lahir sempurna. Gerakan janin tetap dirasakan oleh ibu, kendati janin mengalami kelainan anatomi organ atau kelainan genetika. Karena itu, Moms juga perlu melakukan pemeriksaan secara teratur untuk mengecek kesehatan janin Anda. (Susanto Wibowo/Dok. Freepik)

share to BBM





RELATED ARTICLE

Pentingnya Persiapan Nutrisi Sebelum Kehamilan

Tips Persiapkan Kehamilan yang Sehat

Moms, Yuk Ketahui Tentang Kehamilan Lewat Bulan



OTHER ARTICLES

Ajarkan Sportivitas pada Anak Lewat Asian Games

4 Cara Seru Rayakan Hari Kemerdekaan RI

Suami Jadi Ayah Rumah Tangga, Setuju atau Tidak?

Tips Jalin Hubungan Baik dengan Dokter Kandungan

Tips Memilih dan Memasang Car Seat untuk Balita