Home - Kehamilan & Persalinan - Kehamilan / 7 Agustus 2018 / Redaksi

Pentingnya Persiapan Nutrisi Sebelum Kehamilan

“Bolehkah saya makan mie instan atau minum kopi saat hamil?” Pertanyaan ini banyak diajukan ibu hamil saat pertama kali kontrol ke dokter kandungan, dan mungkin juga Moms salah satu yang mengajukan pertanyaan tersebut. Padahal, idealnya, menjaga asupan nutrisi sudah dimulai dari sebelum kehamilan.

 

Asupan Nutrisi Menentukan Kesehatan Bayi

Menurut dr. Yuditya Purwosunu, Sp.OG (K), pentingnya asupan nutrisi selama atau sebelum hamil kurang menjadi perhatian. Sebagian besar Moms mulai mengetahui kehamilan setelah terlambat haid. Ini berarti usia kandungannya sudah mencapai 4 minggu. Sejak usia kandungan 0 bulan, ibu hamil seharusnya mempersiapkan asupan nutrisinya karena pertumbuhan dan perkembangan janin yang optimal terjadi pada 1.000 hari.

Kondisi nutrisi ibu sebelum dan saat hamil trimester pertama menentukan kesehatan bayi. Sejak 10 tahun terakhir, fenomena ini menjadi bahan kajian yang disebut sebagai 'asal perkembangan kesehatan dan penyakit' (developmental origin of health and desease). Sebuah penelitian dari British Journal of Nutrition menyimpulkan bahwa ibu dengan asupan nutrisi yang baik pada saat sebelum kehamilan akan menghasilkan bayi yang sehat.

 

Dampak Malnutrisi pada Masa Persiapan Kehamilan

Menurut studi SEAFAST Center IPB, 1 dari 4 wanita usia subur kekurangan protein dan nutrisi mikro. Malnutrisi pada saat persiapan kehamilan dapat berlanjut hingga saat ibu hamil. Ibu yang mengalami malnutrisi dapat mengalami sejumlah risiko, baik saat kehamilannya maupun terhadap janinnya. Saat kehamilan, faktor yang timbul antara lain adalah persalinan yang sulit, persalinan dengan risiko, pendarahan setelah persalinan, prematur, dan persalinan dengan operasi. Sedangkan pada janin, risiko yang mungkin akan muncul seperti keguguran, bayi lahir mati, berat badan lahir rendah, anemia, dan bayi dengan status kesehatan rendah.

Saat ibu hamil mengalami malnutrisi, janin mengarahkan nutrisi ke organ-organ yang kritikal, otak, bukan ke organ yang lain seperti jantung dan liver. Mekanisme ini membuat bayi bertahan dalam 9 bulan kehamilan, namun kompensasinya (organ-organ lain selain otak) akan dikompensasi di masa selanjutnya berupa penyakit jantung, liver, ataupun diabetes.

 

Jadi, penuhi dan jaga asupan nutrisi Anda dimulai dari sebelum kehamilan ya, Moms. (M&B/SW/Dok. Freepik)

share to BBM


RELATED ARTICLE

Tips Persiapkan Kehamilan yang Sehat

Moms, Yuk Ketahui Tentang Kehamilan Lewat Bulan

Hamil Tingkatkan Kemesraan Dengan Pasangan



OTHER ARTICLES

Fakta-Fakta Seputar Tali Pusat

Kebahagiaan, Kunci Membuat Anak Kuat dan Positif

Mengetahui Lebih Jauh Tentang Tes Kehamilan

Pola Asuh Orang Tua Millenial: Teman & Drone Parenting

Ini yang Dibutuhkan Bayi di Setahun Pertamanya (1)