Mother&Baby Indonesia
Ajarkan Anak BERANI Lawan Pelecehan Seksual

Ajarkan Anak BERANI Lawan Pelecehan Seksual

Maraknya kasus pelecehan seksual yang menimpa anak-anak membuat orang tua khawatir dengan keamanan Si Kecil. Kendati begitu, banyak orang tua yang merasa bingung, bagaimana menjelaskan tentang pelecehan seksual kepada anak.

 

Sebenarnya kasus pelecehan seksual adalah masalah global. Akhir tahun 2013, contohnya, Terre des Hommes, sebuah organisasi pembela anak di Belanda membongkar jaringan pedofil internasional.



 

Begitu rumitnya kasus pelecehan seksual, Council of Europe, sebuah organisasi hak asasi manusia yang berbasis di Perancis, membuat kampanye Underwear Rule. Tujuan dari kampanye ini adalah untuk mencegah bertambahnya korban kekerasan seksual.

 

Underwear Rule adalah panduan sederhana untuk orang tua agar mereka bisa menjelaskan apa itu tindakan pelecehan, bagaimana anak harus bereaksi saat hal tersebut terjadi, dan ke mana ia harus mencari bantuan. Gagasan Underwear Rule ini disebarkan melalui 18 bahasa.

 

Nah, agar Moms bisa melindungi Si Kecil dari bahaya pelecehan seksual, bekali mereka dengan metode BERANI sejak dini. Berikut ini cara supaya Anda bisa mengajarkan Si Kecil cara BERANI menghadapi dan mencegah pelecehan:

 

Badanmu adalah milikmu

“Tubuh adalah milik pribadi terutama bagian tubuh yang tertutup oleh pakaian dalam. Bagian tubuh itu tidak boleh dilihat, apalagi disentuh orang lain. Kadang anggota keluarga, dokter, atau suster harus menyentuh bagian yang tertutup tersebut. Tetapi aturannya, mereka harus menjelaskan mengapa dan apa tujuan sentuhan tersebut.”



Enggak ya enggak

“Semua orang berhak untuk bilang tidak, enggak, atau melarang orang melakukan hal-hal yang tidak ingin dilakukan. Bahkan kamu punya hak untuk berkata tidak pada Mama atau anggota keluarga yang lain. Ingat ya, yang memiliki kontrol atau kendali atas tubuh dan perasaanmu itu hanya kamu seorang.”

Rahasia yang harus dibagi

“Rahasia tidak boleh membuatmu khawatir atau sedih. Jika rahasia itu membuatmu sedih, beritahu Mama atau orang dewasa lain yang kamu percaya, misalnya Papa atau Bapak atau Ibu Guru. Kamu tidak akan mendapat masalah jika berbagi rahasia yang membuatmu sedih.”

Ayo mengobrol

“Jika ada hal-hal yang membuatmu sedih atau khawatir, bicarakan pada Mama atau orang dewasa lain. Mama akan mendengarkan dan memberikan kamu bantuan. Jika kamu segan pada Mama, bicarakan pada Papa, guru, atau nenek.”

Niat jahat harus dilawan

“Jika ada seseorang yang memaksa kamu untuk membuka baju atau mereka memaksa kamu untuk melakukan hal-hal yang tidak kamu inginkan atau membuat kamu malu, kamu harus melawan. Berteriaklah atau lari minta bantuan kepada orang dewasa yang lain. Niat jahat orang itu, harus dilawan!”

Ingat! Tubuhmu adalah milikmu

“Mama ingatkan lagi bahwa tubuhmu adalah milikmu. Tidak ada orang lain yang boleh melakukan hal-hal yang akan membuatmu malu, marah, atau merasa tidak nyaman. Kalau ada yang berusaha demikian, cari bantuan ke Mama atau orang dewasa lain yang kamu kenal.” (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: anak,   balita,   pelecehan seksual










Cover Mei-Juni-Juli 2020