Mother&Baby Indonesia
Tantangan Rinni Wulandari Dalam Menyusui Anak

Tantangan Rinni Wulandari Dalam Menyusui Anak

Setelah melahirkan, Moms punya peran penting dalam memberikan ASI sebagai asupan utama Si Kecil. Namun, tak semua ASI bisa keluar dengan lancar dan Moms juga belum bisa langsung menyusui dengan lancar. Sebagian Moms lainnya bahkan mengalami kendala seperti ASI tidak keluar atau berat badan anak yang tak kunjung bertambah.

 

Hal ini juga dirasakan oleh ibu baru sekaligus penyanyi, Rinni Wulandari. Sebagai seorang ibu yang baru dijalani selama 5 bulan membuatnya cukup kesulitan. Pasalnya, Si Kecil Nord sempat tidak mengalami kenaikan berat badan, meski sudah menerima ASI dari sang ibu.



 

Rinni bercerita setelah 5 hari Nord dibawa pulang dan menyusui, berat badannya tidak bertambah. “Saat itu aku bawa ke dokter, dan setelah dicek ternyata payudara aku terlalu keras dan ada kandungan ASI yang tidak Nord terima. Setelah curhat sama teman-teman juga, akhirnya payudaraku dipijat supaya nggak keras lagi,” jelasnya, ditemui Rabu (1/8).

 

Pasca dipijat, Rinni pun bisa menyusui dengan lebih lancar. Berat badan Nord juga semakin bertambah. Situasi ini pun menjadi pelajaran untuk Rinni dan ibu lainnya bahwa sebelum menyusui, payudara harus dirangsang dahulu supaya ASI dan kandungan di dalamnya keluar dengan lancar dan memenuhi kebutuhan Si Kecil.

 

Hal ini diungkapkan oleh DR. Dr. Ariani Dewi Widodo, Sp.A(K), dokter spesialis anak konsultan di RSAB Harapan Kita. Ia mengatakan bahwa Moms harus relaks dan tidak stres selama proses menyusui berlangsung, yaitu sejak Si Kecil lahir hingga usia 2 tahun.

 

Sebab, seorang ibu berpotensi mengalami penurunan produksi ASI karena mengalami stres atau lelah bekerja setelah cuti melahirkan. Selain itu, sakit fisik maupun psikologi karena tekanan, juga gaya hidup tidak sehat seperti merokok dapat memengaruhi jumlah ASI.



 

“Ibu harus lebih intensif untuk menyusui langsung, didukung dengan pijat laktasi atau dikenal juga sebagai pijat oksitosin setiap hari,” jelasnya. Relaktasi (proses menyusui kembali yang dilakukan setelah beberapa hari, beberapa minggu, bahkan beberapa tahun setelah berhenti menyusui) harus dilakukan segera ketika tidak memproduksi ASI selama dua minggu berturut-turut dalam masa enam bulan pertama ASI eksklusif, terutama ketika bayi belum berusia lebih dari 4 bulan.

 

Agar Moms berhasil dalam melakukan relaktasi, tentu harus menerapkan teknik yang benar, memenuhi kebutuhan nutrisi, dan mendapatkan dukungan psikologis dari keluarga dan lingkungan sosial. Moms juga bisa membaca banyak hal tentang menyusui di internet, namun pastikan bahwa informasinya valid, tepercaya, dan berdasarkan medis.

Untuk mencari informasi tersebut, susu Anmum menghadirkan platform #MumToMum. Ini merupakanplatform online yang memudahkan para ibu terkoneksi secara digital untuk berbagi informasi, mendiskusikan berbagai topik, dan menemukan hal baru mengenai perjalanan luar biasa di masa kehamilan dan menyusui.

 

Pengalaman adalah guru terbaik dan pertemanan, dan para Moms membutuhkan lingkungan yang suportif bagi ibu untuk memperoleh solusi praktis dan emosional dari sesama ibu. Anda bisa mengunjungi situs Anmum.co.id dan bisa ikut serta berbagi dengan ibu lainnya. (Vonia Lucky/SW/Dok. Anmum, M&B)



Tags: rinni wulandari,   menyusui








Cover Januari - Februari 2020