Mother&Baby Indonesia
Kenali Gangguan Belajar Spesifik pada Anak

Kenali Gangguan Belajar Spesifik pada Anak

Gangguan belajar spesifik adalah kesulitan belajar pada anak. Biasanya masalah ini memiliki banyak sebutan lain, seperti learning disorder, slow disorder, dan learning disability. Anak yang mengalami kesulitan belajar umumnya adalah anak-anak yang memiliki kecerdasan tergolong rata-rata atau bahkan superior. Namun mereka mengalami hambatan atau gangguan memproses informasi sehingga pencapaian akademisnya tidak sesuai dengan potensi yang dimiliki (di bawah rata-rata).

 

Tidak ada ciri-ciri fisik yang berbeda dari anak dengan gangguan belajar spesifik. Namun, biasanya Si Kecil cenderung mengalami gangguan ketika membaca, menulis, dan lain sebagainya.



 

Karakteristik

Ada beberapa ciri khas dari anak yang mengalami gangguan ini, yaitu:

1. Memiliki potensi dan atau fungsi kecerdasan minimal pada tingkat rata-rata. Hal ini dibuktikan melalui tes intelegensi (skor IQ).

2. Memiliki prestasi akademis yang jelek dan tidak sesuai dengan hasil tes intelegensi, usia, dan tingkat pendidikannya walau sudah mendapat pembelajaran yang optimal.

3. Mengalami kesulitan dalam memproses informasi, seperti membedakan bentuk yang mirip, menirukan gerakan, membedakan kanan dan kiri, serta berbagai kesulitan lainnya.

 

Jenis Kesulitan Belajar

Terdapat beberapa jenis kesulitan belajar spesifik, di antaranya:

1. Kesulitan Membaca (Dyslexia)



Ini merupakan salah satu gangguan belajar yang membuat anak sulit membaca. Anak akan mengalami kesulitan memaknai simbol, mengeja, mengingat huruf, dan mengenal kata. Ia pun akan kesulitan membayangkan bagaimana membaca gabungan huruf menjadi sebuah kata.

Gangguan ini bukanlah ketidakmampuan fisik, melainkan otak mengalami kesulitan untuk mengolah dalam memproses informasi dari bacaan.

2. Kesulitan Menulis (Dysgraphia)

Kebanyakan anak yang mengalami kesulitan menulis, biasanya diawali dengan kesulitan membaca. Pada masalah ini, anak akan sering melakukan kesalahan dalam menulis. Selain itu, ia pun biasanya memiliki tulisan yang buruk, juga mengalami kesulitan saat menulis huruf sambung.

3. Kesulitan Berhitung (Dyscalculia)

Kesulitan berhitung merupakan gangguan pemahaman numerik dan pemahaman mekanisme aritmetika pada anak, di mana kemampuan berhitungnya di bawah dari rata-rata anak seusianya. Pada umumnya, ia akan kesulitan mengoperasikan simbol, memahami soal cerita, juga kurang bisa memahami tahapan-tahapan dalam menyelesaikan suatu soal.

4. Kesulitan Belajar Non-Verbal

Pada jenis ini, anak akan mengalami kesulitan untuk menangkap hal-hal seputar non-verbal, seperti tanda sosial dan aturan sosial. Anak dengan gangguan ini biasanya tidak bisa menerjemahkan konteks bahasa tubuh, dan juga mengerti bahasa atau ekspresi wajah orang lain.

 

Penanganan

Setiap anak yang memiliki gangguan belajar spesifik memiliki perbedaan kesulitan dan perlu penanganan khusus yang lebih spesifik dari psikolog. Pada awalnya, Si Kecil akan diperiksa terlebih dahulu untuk diidentifikasi, anak akan dilihat kemampuannya. Kemudian, akan ditetapkan metode atau terapi yang tepat dan sesuai agar ia mudah belajar.(M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: balita,   anak,   kesulitan belajar,   gangguan belajar spesifik