Mother&Baby Indonesia
Latihan Merangkak untuk Bayi

Latihan Merangkak untuk Bayi

Moms, proses merangkak pada bayi dapat menunjukkan sejauh mana perkembangan otak yang mendukung kemampuan bayi berpikir untuk belajar, melakukan, dan mengingat cara merangkak.

 

Kemampuan merangkak ini juga didukung oleh pertumbuhan tubuh bayi. Pertumbuhan tubuh (meliputi pertumbuhan sistem organ) dalam merangkak ditunjukkan dengan pertumbuhan otak, pertumbuhan stimulasi saraf, serta pertumbuhan dari otot-otot bayi yang dapat dinilai saat merangkak.



 

Bayi akan mulai merangkak ketika memasuki usia 6-10 bulan. Sekitar 50% bayi merangkak pada usia 7 bulan, 75% bayi mulai merangkak pada usia 10 bulan, dan sekitar 90% bayi terampil merangkak pada usia 11 bulan.

 

Namun perlu diingat, kemampuan setiap bayi dalam merangkak berbeda-beda, ada yang cepat dan ada yang lambat, bahkan ada yang sama sekali tidak melewati fase ini. Jadi, jangan pakasakan Si Kecil terlalu keras ya Moms. Untuk membantunya mempelajari kemampuan merangkak, Moms dan Dads bisa menstimulasi Si Kecil dengan langkah-langkah berikut ini:

 

1. Tummy Time

Tummy time atau tengkurap bisa membantu Si Kecil untuk belajar merangkak. Gerakan ini sudah bisa dilakukan sejak usianya memasuki tiga bulan. American Academy of Pediatrics menyarankan tummy timedilakukan saat usia bayi 3-4 bulan. Kegiatan ini baik untuk menguatkan otot leher, dada, dan lengan. Juga dapat melatih keseimbangan tubuh agar bayi bisa segera merangkak. Lakukan tummy timesesering mungkin saat bayi sedang tidak tidur. Namun, pastikan bayi tidak dalam kondisi lapar atau lelah.

 

2. Melewati Bantal



Letakkan bantal di depan Si Kecil saat ia tengkurap. Kemudian, biarkan ia mencoba merangkak melewati bantal. Secara otomatis perutnya akan terangkat. Hal ini dapat membantu Si Kecil mulai belajar merangkak secara perlahan.

 

3. Bantu Topang Tubuh Si Kecil

Apabila bayi kesulitan untuk menaikkan perutnya, Moms bisa membantunya. Biasanya, sebelum bisa merangkak, bayi cenderung merayap (mengesot) sambil tengkurap. Nah, tugas Moms mengajarinya untuk menyangga tangan dan menaikkan punggung.

 

4. Pancing dengan Mainan

Gunakan mainan untuk menstimulasi kemampuan merangkak Si Kecil. Moms bisa memancingnya dengan menyuruh ia meraih benda-benda yang lucu seperti bola-bola berwarna, boneka, mobil-mobilan, atau mainan lainnya. Pastikan lantai tempat ia merangkak bersih dan tidak ada benda berbahaya. Duduklah di depannya dengan memberi jarak. Lalu, panggil ia dengan lembut, “Ayo nak, ambil ini…ini mainannya”. Ketika anak berhasil merangkak dan mengambil mainan tersebut, berikan pujian agar ia senang.

 

Untuk tutorial latihan merangkak pada bayi ini, Moms juga bisa melihat videonya di Youtube Mother & Baby Indonesia berikut ini. Jangan lupa untuk klik like dan subscribe ya, Moms. (Binar Murgati Pardini/DON/SW/Dok. M&B)



Tags: bayi,   merangkak










Cover Mei-Juni-Juli 2020