Mother&Baby Indonesia
Tahapan Kebutuhan Tidur Anak Sesuai Usia

Tahapan Kebutuhan Tidur Anak Sesuai Usia

Tidur yang cukup ikut menentukan optimalisasi tumbuh kembang anak. Tanpa kecukupan istirahat, anak mudah rewel, tidak bisa berkonsentrasi, dan lekas letih. Jika sudah begini, proses belajar dan eksplorasinya pun bisa terganggu.

 

Karenanya, pola tidur yang baik harus dibentuk sejak masih bayi, sehingga lama-kelamaan, siklus tidur yang baik untuk Si Kecil akan terbentuk. Berikut perkembangan tidur Si Kecil sejak lahir hingga usia 2 tahun.



 

Newborn (0-3 bulan)

Kebutuhan tidur bayi 0-3 bulan adalah 16 jam per hari. Tidak heran jika bayi di usia ini akan menghabiskan waktunya dengan banyak tidur daripada beraktivitas. Bayi baru lahir punya fase tidur yang berbeda, yaitu mengantuk, menggerakkan mata cepat (Rapid Eye Movement), tidur ringan, tidur nyenyak, dan tidur sangan nyenyak.

Seiring pertumbuhannya, tahapan tidur pun semakin meningkat. Bayi baru lahir hanya bisa tidur nyenyak selama 3-4 jam. Saat semakin besar, ia akan beradaptasi dengan lingkungan. Agar bayi punya jadwal tidur yang baik, jadikan hal itu sebagai rutinitas.

Namun perlu diingat, butuh waktu untuk otak bayi bisa membedakan siang dan malam. Anda harus konsisten dengan rutinitas yang sudah diterapkan. Selain waktu tidur, perhatikan situasi bayi ketika tidur dan ciptakan lingkungan yang aman. American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan bayi agar tidur dengan posisi miring atau terlentang untuk mengurangi risiko kematian mendadak (SIDS) pada bayi.

 

6-12 bulan

Bayi di usia ini akan memiliki lama tidur sebanyak 14-15 jam. Ia semakin besar dan lebih senang bermain. Waktu tidur siang mungkin akan berkurang. Saat malam hari, ia mungkin terbangun dan mengajak Anda bermain.



Jika terjadi, jangan dituruti ya, Moms. Tuntun ia untuk kembali tidur dan hindari eye contact. Waktu tidur malam hari juga akan lebih lama dibandingkan dengan usia sebelumnya, karena bayi semakin aktif.

Pada siang hari, ia sudah melakukan banyak aktivitas, sehingga malam harinya membutuhkan waktu tidur lebih lama. Dengan menjadikan hal ini sebagai rutinitas setiap hari, maka akan bisa membantu Si Kecil juga untuk tidur sesuai jadwalnya.

 

1-2 tahun

Berkurangnya waktu tidur di usia batita dikarenakan anak mulai banyak beraktivitas. Hal ini dipengaruhi oleh perkembangan motorik kasarnya, yaitu mulai belajar berjalan. Selain itu, anak pun tengah memasuki masa mengeksplorasi lingkungan.

Pola tidur anak usia 1 tahun masih sama seperti usia bayi, terutama waktu tidur di pagi hari menjelang siang. Tapi, ini pun bergantung pada bagaimana waktu tidurnya di malam hari. Maka, agar Si Kecil punya jadwal tidur yang baik, ajak ia berbaring lalu tepuk-tepuk pahanya, atau usap-usap kepalanya.

Jika ia ingin turun dari tempat tidur, gendong saja dan ninabobo-kan dengan ayunan dan senandung lagu. Kalau ia tidak mau digendong dan ingin memainkan benda-benda di kamar, cukup awasi kegiatannya secara pasif dan bicara seperlunya.

Yang terpenting untuk mendukung suasana tidur Si Kecil, pastikan kondisi kamar tetap hening agar Si Kecil cepat kembali mengantuk. Kalau Anda meladeninya secara aktif, anak akan terangsang untuk bermain dan akibatnya tidur larut malam. Jika sudah begini, keesokan hari, waktu tidurnya akan terganggu. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: bayi,   anak,   tidur,   tahapan tidur










Cover Mei-Juni-Juli 2020