Mother&Baby Indonesia
Mana Lebih Baik, Vaksin Dengan Demam Atau Tanpa Demam?

Mana Lebih Baik, Vaksin Dengan Demam Atau Tanpa Demam?

Saat memiliki bayi, pemberian vaksin atau imunisasi untuk Si Kecil merupakan kegiatan rutin yang Anda lakukan untuk menjaga kesehatan Si Kecil. Masalahnya, ada vaksin yang menyebabkan bayi demam, dan ada yang tidak. Padahal,demam merupakan salah satu efek samping yang bisa terjadi pada beberapa anak setelah diberi vaksin. Karena itu, ada orangtua yang memilih jenis vaksin yang tidak menyebabkan demam pada buah hatinya.
 
 
Menurut dr. Rouli Nababan, Sp.A, sebenarnya tidak ada vaksin tanpa risiko demam, yang ada adalah vaksin dengan risiko demam tinggi atau rendah. Jenis vaksin yang memiliki risiko demam tinggi di antaranya adalah campak, MMR, dan pneumokokus. Sementara untuk vaksin DPT terdapat dua pilihan, yaitu vaksin DPT yang memiliki risiko demam tinggi dan vaksin DPT aseluler (DPaT) dengan risiko demam rendah. Penyakit yang diatasi kedua vaksin tersebut sama, yaitu difteri, pertusis, dan tetanus.
 
 
Hanya saja berkat kecanggihan teknologi kesehatan, vaksin DPaT dapat meminimalkan risiko demam. Vaksin DPaT merupakan alternatif bagi bayi atau anak yang pernah menderita kejang demam atau mempunyai penyakit saraf lainnya. Sebagai perbandingan, kemungkinan timbul panas dengan suhu 38 derajat celsius akibat vaksin DPT biasa adalah 40-60 persen. Sedangkan kemungkinan demam dari vaksin DPaT hanya sekitar 9 persen dan hanya 0,2 persen untuk suhu di atas 39,5 derajat celsius. Kedua vaksin ini memiliki efektivitas yang hampir sama. (M&B/SW/Dok. Freepik)





Tags: bayi,   balita,   imunisasi,   vaksinasi,   vaksin,   demam








Cover Januari - Februari 2020