Mother&Baby Indonesia
Tahap Kelahiran Si Kecil yang Perlu Anda Tahu

Tahap Kelahiran Si Kecil yang Perlu Anda Tahu

Agar memiliki gambaran dan tak melulu dibayangi rasa takut yang berlebihan, ada baiknya Anda tahu tahapan persalinan normal yang akan dilalui. Salah satunya adalah tahap kelahiran buah hati Anda dan tahapan sesudahnya, Moms.

 

Tahap kelahiran Si Kecil merupakan tahap dalam sebuah persalinan setelah tahap pertama Anda lewati, yaitu saat mulut rahim membuka dan keluar lendir (Baca: Tahap Awal Persalinan yang Perlu Anda Tahu).



 

Tahap Kelahiran Bayi

Diperlukan waktu beberapa menit hingga beberapa jam untuk mendorong Si Kecil hingga lahir. Biasanya akan butuh waktu lebih banyak bagi Anda yang baru pertama kali melahirkan atau Anda yang mendapat bantuan epidural.

Saat rasa mulas semakin kuat, insting Anda akan mengatakan, kini saatnya mengejan untuk mendorong bayi keluar. Ketika kepala bayi mulai keluar dari vagina, dokter akan meminta Anda mengatur napas dan berhenti mengejan untuk mengurangi sobekan pada jalan lahir.

Pada tahap ini, Anda akan merasa lega dan semua rasa sakit seolah hilang. Melihat Si Kecil lahir akan membuat semua rasa sakit Anda berganti dengan kebahagiaan tak terkira.

 



Tahap Pengeluaran Plasenta

Ini adalah tahap terakhir dari proses persalinan. Setelah bayi lahir, dokter akan mengeluarkan plasenta secara alami atau dengan bantuan suntikan. Dengan bantuan suntikan, proses pengeluaran plasenta bisa berlangsung 5-15 menit, tetapi jika dilakukan secara alami akan berlangsung selama 1 jam. Proses ini diikuti kontraksi lagi, tapi tidak sedahsyat saat menjelang persalinan.

Untuk memeriksa apakah seluruh plasenta sudah terlepas dari dinding rahim, dokter atau bidan akan menekan perut Anda dan menarik perlahan-lahan tali pusat agar plasenta bisa keluar. Setelah seluruh plasenta beserta tali pusat keluar, barulah tubuh Anda dibersihkan.

 

Tahap Pengamatan

Tahap ini merupakan pengawasan terhadap bahaya perdarahan. Pengawasan ini dilakukan selama kurang lebih 2 jam. Dalam tahap ini, Anda masih mengeluarkan darah dari vagina, tapi tidak banyak. Darah ini berasal dari pembuluh darah yang ada di dinding rahim tempat terlepasnya plasenta.

Setelah beberapa hari, Anda masih akan mengeluarkan sedikit darah yang disebut lokia, yang berasal dari sisa-sisa jaringan. Pada beberapa keadaan, pengeluaran darah setelah proses kelahiran sangat banyak. Ini disebabkan beberapa faktor, seperti lemahnya kontraksi atau tidak berkontraksinya otot-otot rahim. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengawasan sehingga jika perdarahan semakin hebat, dapat dilakukan tindakan secepatnya. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: persalinan,   kelahiran,   bayi








Cover Maret 2020