Mother&Baby Indonesia
Tahap Awal Persalinan yang Perlu Anda Tahu

Tahap Awal Persalinan yang Perlu Anda Tahu

Persalinan adalah proses yang unik dan umumnya berbeda antara satu ibu dengan ibu lainnya, bahkan antara persalinan untuk kehamilan pertama dan kehamilan berikutnya. Bagi beberapa ibu, persalinan hanya berlangsung selama beberapa jam, namun bagi ibu lainnya, proses ini sungguh menguji fisik, stamina, dan emosi. Anda tak tahu bagaimana persalinan Anda hingga hari H. Namun, sebagai persiapan, Anda dapat mengetahui dan memahami tahapan awal persalinan yang umumnya terjadi.

 

Tahap awal dari persalinan dimulai ketika mulut rahim membuka (dilates) dan keluar lendir (effaces) yang akan memudahkan Si Kecil untuk lahir. Tahap ini merupakan tahapan terpanjang dan terbagi menjadi 2 fase, persalinan awal (early labor) dan persalinan aktif (active labor).



 

Early Labor

Selama fase early labor, mulut rahim akan mulai terbuka. Rasa mulas adalah gejala paling khas menjelang tahap ini. Anda mungkin akan merasakan perut kram, mirip saat menstruasi, kadang disertai rasa mual, kembung, dan nyeri punggung, bahkan ada yang diare atau pusing. Membukanya jalan lahir memang diawali rasa mulas. Dari rasa yang tak beraturan, sampai akhirnya setiap 5 menit sekali. Inilah yang disebut kontraksi.

Saat otot rahim mengerut dan berkontraksi, ukuran rahim akan mengecil, sehingga kepala janin terdorong ke arah jalan lahir. Bersamaan dengan itu, mulut rahim sedikit demi sedikit mulai membuka.

Sejak terjadinya kehamilan, mulut rahim tertutup lendir kental yang bertugas melindungi janin dari kuman. Pada awal pembukaan mulut rahim, sumbat lendir akan terbuka. Lendir berwarna merah muda keluar melalui vagina, yang biasa disebut vlek. Tetapi tak perlu cemas kalau Anda tidak mengalaminya, karena vlek muncul secara alami pada beberapa tahap persalinan.

Durasi early labor tak bisa diprediksi. Bagi Anda yang baru pertama kali melahirkan, fase ini umumnya berlangsung 6-12 jam, tapi bisa jadi lebih lama atau lebih singkat. Yang bisa Anda lakukan selama fase ini adalah menyamankan diri Anda sendiri selama selang kontraksi. Anda bisa menyegarkan diri dengan mandi, mendengarkan musik yang menenangkan, mendapatkan pijatan lembut, mencoba menerapkan teknik pernapasan yang tepat, minum, makan camilan, serta menaruh ice packsatau menghangatkan punggung bagian bawah.

 



Active Labor

Selama fase active labor, mulut rahim Anda akan terbuka 10 cm, kontraksi akan menjadi semakin kuat, lama, dan rutin. Kaki Anda mungkin kram, dan Anda mulai merasa mual. Pada saat ini, Anda akan merasakan air ketuban pecah (jika belum pecah). Anda juga akan merasakan dorongan yang keras di punggung. Jangan terkejut, karena rasa sakitnya akan semakin intens. Fase ini biasanya berlangsung selama 2-3 jam, bahkan hingga 8 jam untuk beberapa ibu. Bagi Anda yang sudah pernah mengalami persalinan normal sebelumnya, biasanya fase ini akan jauh lebih singkat.

Untuk mengurangi rasa sakit, Anda bisa:

- Mengganti posisi tubuh.

- Mandi air hangat.

- Berjalan-jalan dan berhenti untuk bernapas setiap kali kontraksi.

- Mendapat pijatan lembut di antara kontraksi.

Pada fase ini, Anda juga akan merasakan keinginan untuk mengejan, namun petugas kesehatan (bidan atau suster) akan meminta Anda untuk menahannya. Mengejan terlalu dini dapat menyebabkan rahim Anda mengembang yang akan memperlama proses persalinan. Jika keinginan ini muncul, buang napas di antara kontraksi yang terjadi. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: melahirkan,   persalinan