Mother&Baby Indonesia
Ketahui Jenis-Jenis Induksi Saat Proses Persalinan

Ketahui Jenis-Jenis Induksi Saat Proses Persalinan

Ketika usia kandungan masuk 9 bulan, sudah waktunya untuk bayi dilahirkan. Namun, ada beberapa kondisi sehingga dokter memutuskan untuk melakukan induksi pada Anda. Lalu, apa saja jenis induksi yang bisa dilakukan pada seorang ibu?

 

Dr. Dwi Nurriana, Sp.OG menjelaskan ada 2 macam induksi yang bergantung pada kondisi ibu. Ada induksi pada jalan lahir yang sudah matang dan induksi pada jalan lahir yang belum matang sama sekali. Kedua kondisi ini memengaruhi cara atau metode induksi yang akan dilakukan.



 

Induksi Mekanik

Induksi ini dilakukan untuk merangsang kontraksi rahim dengan melakukan pemisahan antara dinding rahim ibu. Semakin banyak daerah yang terpisah, semakin cepat ia terinisiasi. Dokter Dwi menjelaskan ada 3 alat yang dipakai untuk melakukan induksi, yaitu laminaria, foley catheter, dan stripping of the membranes.

Laminaria adalah alat seperti batang lidi, dengan ukuran kurang lebih 5-7 cm dan nantinya akan dimasukkan ke dalam rahim untuk memisahkan dinding rahim dengan selaput ketuban.

Foley catheter adalah benda berbentuk selang kateter yang dimasukkan sampai ke mulut rahim. Di ujungnya, ada benda berbentuk seperti balon kecil yang berguna untuk merangsang pemisah dinding rahim dengan dinding selaput ketuban.

Sedangkan stripping of the membranes adalah pemeriksaan digital menggunakan jari si pemeriksa mengitari daerah serviks. Metode ini dilakukan jika bumil sudah pembukaan minimal 3-4 cm.

 



Induksi Mentosa

Ini adalah metode induksi dengan menggunakan obat-obatan. Nantinya, obat-obatan ini akan bekerja di reseptor-reseptor dalam rahim. Ada 2 macam obat induksi yang digunakan, yaitu oksitosin dan prostagladin E1.

Oksitosin adalah obat berupa cairan dan dimasukkan melalui selang infus. Sedangkan prostagladin E1 adalah obat berupa tablet dan bisa dimasukkan ke vagina dengan alat khusus (intravaginal), atau diminum. Dosis yang digunakan berbeda-beda pada setiap ibu.

Untuk memilih metode mana yang cocok, dokter akan melihat sesuai dengan kondisi mulut rahim ibu. Mulut rahim Anda akan dinilai apakah sudah matang atau belum. Jika belum matang, akan dilakukan induksi medical mentosa. Begitu sudah matang, dilakukan induksi mekanik.

 

Begitu Anda sudah diinduksi, setiap 6-8 jam sekali dokter akan memantau kondisi Anda. Pemeriksaannya pun step by step dari fase laten hingga fase aktif. Jika Anda sedang dalam fase laten, target pembukaan minimal 3 cm.

Jika sudah dalam fase aktif, target pembukaan adalah 10 cm. Apabila dalam 3 kali pemantauan atau 24 jam (3x8 jam=24 jam) belum ada perubahan yang signifikan, dokter akan melakukan re-evaluasi atau pengulangan proses induksi.

Tak hanya itu, Anda dan Si Kecil juga akan diperiksa kadar toleransi alias kuat atau tidaknya terhadap metode induksi yang dilakukan. (M&B/Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: kehamilan,   persalinan,   induksi