Mother&Baby Indonesia
Moms, Ini Cara Beritahu Anak Tentang Penyakitnya

Moms, Ini Cara Beritahu Anak Tentang Penyakitnya

Sebagai seorang ibu seperti Denada, tentu sangat terpukul dengan kabar bahwa anak tercintanya mengidap penyakit yang berbahaya, yaitu leukimia atau kanker darah. Dan sangat berat sebagai ibu untuk memberitahukan fakta tersebut kepada Si Kecil, dengan alasan bahwa kondisinya bisa memburuk dan menimbulkan depresi.

 

Untuk menghindari hal tersebut, Denada pun tidak memberitahukan kepada anaknya, Shakira bahwa ia mengidap leukimia. “Saat ada selang yang akan dimasukkan ke dalam tubuh Shakira, saya bilang ke dia ‘Shakira tahu Iron Man? Nah, Shakira dipasangkan selang ini supaya bisa jadi superhero seperti Iron Man juga,” ungkapnya dilansir dari salah satu acara di stasiun televisi swasta.



 

Selama 1,5 bulan ini, Denada mengaku selalu berusaha menjelaskan kondisi Si Kecil dengan sekreatif mungkin. Ia tidak ingin Shakira terbebani akan penyakit yang dideritanya dan tetap semangat untuk bisa sembuh. Denada juga berusaha selalu kuat di depan anaknya sebagai bentuk dukungan pada anak.

 

Tak bisa dipungkiri memang berat sebagai ibu untuk memberitahu bahwa Si Kecil menderita suatu penyakit berbahaya. Namun, anak sendiri akan merasakan bahwa ada sesuatu hal yang salah dan terjadi pada dirinya. Dan semakin lama Anda menyembunyikan hal ini, efeknya bisa menimbulkan depresi dan kecemasan pada anak.

 



Akan lebih baik jika Anda sebagai orangtua yang langsung menyampaikan kondisi Si Kecil sebenarnya. Jika ia mendengar hal tersebut dari orang lain, Si Kecil akan merasa terkhianati dan menjadi tidak percaya pada Anda. Agar hal ini tidak terjadi, Anda sebenarnya bisa memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi pada Si Kecil. Berikut beberapa saran yang diberikan oleh Cancer.net:

- Beri penjelasan dengan istilah yang sederhana tentang kanker. Sampaikan mengenai penyebabnya secara spesifik. Ini bisa didapat dengan menanyakan keluarga atau penderita lainnya.

- Yakinkan Si Kecil bahwa mereka bukanlah penyebab kanker ini muncul. Katakan bahwa Anda tidak akan meninggalkannya dan akan selalu mendampinginya.

- Si Kecil akan takut dengan rasa sakit. Maka, Anda bisa berkata jujur tentang tes dan perawatan yang mungkin menyakitkan. Hal ini dibantu dengan penjelasan bahwa semua perawatan dari dokter dilakukan untuk membuatnya menjadi lebih baik. Sampaikan perawatan apa saja yang akan Si Kecil jalani selama penyembuhan.

- Anak-anak usia balita umumnya merasa takut jika mereka akan tinggal di rumah sakit selamanya. Anda bisa memberitahukan Si Kecil kapan perawatan akan selesai dan dapat kembali ke rumah. Jika Anda tahu berapa hari lagi anak Anda akan berada di rumah sakit, sampaikan informasi itu kepada mereka. (Vonia Lucky/SW/Dok. Freepik)



Tags: balita,   anak,   kanker










Cover April 2020