Mother&Baby Indonesia
Moms, Ini Zat Penting Dalam ASI

Moms, Ini Zat Penting Dalam ASI

Senangnya memiliki bayi yang lucu! Moms tentu ingin agar semua kebutuhan gizinya dapat terpenuhi, termasuk DHA, AA, dan juga Omega 6, untuk kecerdasannya. Tapi tahukah Anda, zat-zat penting tersebut ternyata bisa didapatkan secara cuma-cuma dari ASI Anda sendiri? Ya, menyusui tak cuma meningkatkan bonding antara ibu dan anak, tapi sekaligus memberikan konsumsi gizi tinggi pada Si Kecil. Untuk itu, biasakan menyusui dengan ASI sejak dini.

 

ASI adalah makanan alamiah terbaik untuk bayi Anda, Moms. Selain komposisinya sesuai dengan pertumbuhan bayi (mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan zat besi), ASI juga dilengkapi dengan berbagai macam zat pelindung (immunoglobumin, lekosit, laktoferin, faktor bifidus, lisozim, dan taurin). Karena kandungan gizinya tersebut, penting buat Moms memberikan ASI untuk Si Kecil.



 

Ini zat gizi (nutrien) yang terkandung dalam ASI yang sangat bermanfaat untuk tumbuh kembang Si Kecil:

1. Kolostrum: Cairan kental berwarna kekuningan yang dihasilkan pada sel alveoli payudara ibu. Sesuai untuk kapasitas pencernaan bayi dan kemampuan ginjal baru lahir yang belum mampu menerima makanan dalam volume besar.

2. Protein: Protein dalam ASI terdiri dari casein (protein yang sulit dicena) dan whey (protein mudah dicerna). Berkebalikan dengan susu sapi, protein dalam ASI lebih banyak mengandung whey daripada casein sehingga protein ASI lebih mudah dicerna.

3. Lemak: Lemak ASI adalah penghasil kalori (energi) utama dan merupakan komponen zat gizi yang sangat bervariasi. Lebih mudah dicerna karena sudah dalam bentuk emulsi. penelitian membuktikan bahwa bayi yang tidak mendapatkan ASI lebih banyak menderita penyakit jantung koroner di usia muda.

4. Laktosa: Merupakan karbohidrat utama pada ASI. Fungsinya sebagai sumber energi. Fungsi lainnya adalah untuk meningkatkan absorbsi kalsium dan merangsang pertumbuhan laktobasilus bifidus.

5. Vitamin A:  Ada dengan konsentrasi berkisar pada 200 IU/dl.

6. Zat besi: Meskipun ASI mengandung sedikit zat besi (0,5-1,0 mg/liter), bayi yang menyusu jarang kekurangan zat besi (anemia). Hal ini dikarenakan zat besi pada ASI lebih mudah diserap.



7. Taurin: Berupa asam amino dan berfungsi sebagai neurotransmitter, berperan penting dalam maturasi otak bayi.

8. Laktobasilus: Berfungsi menghambat pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri Escherichia coli yang sering menyebabkan diare pada bayi.

9. Laktoferin: Bermanfaat menghambat bakteri stafilokokus dan jamur candida.

10. Lisozim: Dapat memecah dinding bakteri sekaligus mengurangi insiden karies dentis dan maloklusi (kebiasaan lidah yang mendorong ke depan akibat menyusu dengan botol atau dot).

 

Zat-zat inilah yang menyebabkan ASI lebih unggul dibanding susu lainnya. Malahan, ibu yang menyusui eksklusif dengan ASI untuk jangka waktu lama akna terhindarkan dari kemungkinan penyakit (di antaranya kanker payudara).

 

Jadi, untuk pertumbuhan Si Kecil yang tersayang, mulailah sejak dini menyusui dengan ASI yang sehat dan bergizi, ASI Anda sendiri. (M&B/SW/Dok. Freepik)



Tags: asi,   menyusui










Cover Mei-Juni-Juli 2020